Senja Ramadan dan Hangatnya Solidaritas Sosial Melalui Aksi Berbagi Takjil

  • 16 Mar 2026 19:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sejumlah ruas jalan berubah menjadi lebih hidup. Di pinggir jalan, beberapa orang terlihat sibuk menyiapkan kantong-kantong berisi makanan ringan. Senyum mereka tak pernah lepas ketika satu per satu pengendara motor memperlambat laju kendaraannya untuk menerima paket takjil yang dibagikan secara gratis.

Pemandangan seperti ini menjadi hal yang akrab selama bulan Ramadan. Tradisi berbagi makanan untuk berbuka puasa dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial yang tumbuh di tengah suasana religius Ramadan. Aksi sederhana tersebut sering dilakukan tanpa pamrih, hanya dengan harapan dapat membantu orang lain yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.

Tujuan kegiatan berbagi takjil sebenarnya sangat sederhana, yaitu membantu masyarakat agar dapat berbuka puasa tepat waktu meskipun masih berada di perjalanan. Namun di balik kesederhanaannya, kegiatan tersebut memiliki makna sosial yang cukup besar karena mampu menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Tak hanya sekadar memberikan makanan, kegiatan berbagi takjil juga menghadirkan ruang interaksi sosial yang hangat. Orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dapat saling tersenyum dan menyapa dalam momen singkat ketika takjil dibagikan. Interaksi sederhana tersebut menghadirkan rasa kebersamaan yang jarang ditemui di hari-hari biasa.

Di wilayah Kecamatan Aikmel, kegiatan serupa juga dilakukan oleh civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Kamal Kembang Kerang Daya. Setiap sore menjelang waktu berbuka, halaman depan kampus tersebut dipenuhi aktivitas para mahasiswa dan dosen yang menyiapkan ratusan paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat.

Sebagian mahasiswa terlihat menyusun makanan dan minuman ke dalam kantong plastik, sementara sebagian lainnya bersiap di depan gerbang kampus untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan. Para relawan kemudian membagikan paket tersebut kepada masyarakat yang melintas di jalur Aikmel menuju Sembalun maupun sebaliknya.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Kamal, Muhammad Said, mengatakan kegiatan pembagian takjil gratis ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. “Kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba,” ujar Muhammad Said.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam bulan Ramadan.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun empati, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Program berbagi takjil ini dilaksanakan setiap hari selama Ramadan. Selain menjadi kegiatan sosial, program tersebut juga menjadi ajakan kepada mahasiswa untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.

Proses penyiapan takjil biasanya dimulai sejak sore hari. Para mahasiswa bersama dosen menyiapkan berbagai menu sederhana yang kemudian dimasukkan ke dalam paket takjil. Setelah semua paket siap, para relawan berdiri di depan kampus untuk membagikannya kepada masyarakat yang melintas.

Sumber pendanaan kegiatan ini berasal dari berbagai pihak. Selain didukung oleh kampus dan para dosen, kegiatan berbagi takjil juga mendapatkan dukungan dari para dermawan yang turut menyumbangkan bantuan. Dukungan tersebut memungkinkan kampus untuk menyediakan ratusan paket takjil setiap hari selama Ramadan.

Paket takjil yang dibagikan biasanya berisi kurma, air mineral, serta beberapa kue tradisional. Meskipun sederhana, paket tersebut mampu menghadirkan kebahagiaan bagi para pengguna jalan yang menerimanya. Banyak pengendara yang tampak tersenyum dan mengucapkan terima kasih setelah menerima takjil sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Bagi pihak kampus, kegiatan berbagi takjil tidak hanya dimaknai sebagai aksi sosial semata, tetapi juga sebagai ajakan untuk memperkuat solidaritas sosial dan empati masyarakat sebagai bagian dari nilai spiritual yang terkandung dalam Ramadan.

Selain dilakukan oleh kalangan kampus, kegiatan pembagian takjil juga dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di wilayah Polres Lombok Timur. Setiap sore selama Ramadan, anggota kepolisian terlihat membagikan paket takjil kepada masyarakat di sekitar Markas Komando Polres Lombok Timur.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia selama bulan Ramadan.

"Pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya bagi para pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa,” kata Lalu Rusmaladi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. “Melalui kegiatan sederhana ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pengamanan tetapi juga dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembagian takjil juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ibu-ibu Bhayangkari, tokoh masyarakat, serta mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan ini memperlihatkan bagaimana berbagai elemen masyarakat dapat bekerja sama dalam menebarkan kebaikan.

Pembagian takjil tidak hanya dilakukan di tingkat Polres, tetapi juga dilaksanakan oleh jajaran Polsek di berbagai wilayah sehingga kegiatan berbagi takjil dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Bagi masyarakat, kegiatan berbagi takjil memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung. Para pengguna jalan merasa terbantu karena tetap dapat berbuka puasa tepat waktu meskipun masih berada di perjalanan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan rasa kedekatan antara masyarakat dengan berbagai lembaga yang terlibat.

Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, kegiatan berbagi takjil menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Kantong-kantong kecil berisi makanan ringan yang dibagikan di tepi jalan itu membawa pesan besar tentang kebersamaan, empati, dan solidaritas.

Semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadan diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan pembagian takjil semata. Lebih dari itu, nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan yang muncul selama bulan suci diharapkan dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....