Tangis Kasmir Pecah Dipelukan Gubernur NTB

  • 22 Jan 2026 16:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Air mata itu jatuh tanpa bisa dibendung. Di Ruang Tengah Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat, Rabu pagi, 21 Januari 2026, seorang lelaki renta berdiri gemetar. Rambut dan jenggotnya telah memutih. Tangannya bergetar saat Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyalami dan memeluknya.

Namanya Kasmir. Di hadapan gubernur, Kasmir tak sanggup mengucapkan banyak kata. Tangisnya pecah bukan karena kesedihan, melainkan karena syukur. Hari itu, ia mendapat hadiah umroh gratis, sebuah rezeki yang tak pernah ia rencanakan, apalagi bayangkan.

Kasmir adalah satu dari 33 warga NTB yang mendapat umroh gratis dalam rangka Hari Ulang Tahun NTB ke-67. Namun di antara para penerima seperti wartawan senior, kader posyandu, penjaga hutan, petugas kebersihan, hingga pegawai honorer, kisah Kasmir berdiri sendiri. Ia satu-satunya penerima yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Pria kelahiran Bima itu hidup seorang diri di Gomong, Kota Mataram. Hari-harinya berjalan sederhana. Ia kerap terlihat duduk bersama wartawan yang meliput di Kantor Gubernur NTB, sesekali singgah di Kantor Wali Kota Mataram, atau menghabiskan waktu di Masjid Islamic Center. Ia tak tercatat sebagai pegawai, tak pula sebagai relawan. Ia hadir tanpa peran resmi, tanpa kepentingan.

“Tidak pernah terbayang saya dapat hadiah umroh dari Gubernur,” ujar Kasmir pelan.

Ia mengaku bersyukur dan mendoakan agar Iqbal beserta keluarga selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk mewujudkan cita-cita NTB Makmur Mendunia. Kasmir mengenal Iqbal sejak masa pencalonan gubernur. Baginya, sosok Iqbal tak berubah. Sederhana, mudah bergaul, dan dekat dengan masyarakat.

“Orangnya baik. Hatinya lembut. Dengan masyarakat enak,” katanya.

Ia juga menyebut gubernur Iqbal tak pernah menunjukkan jarak sifat yang, menurutnya, juga dimiliki sang istri.

Saat prosesi pelepasan, Kasmir membawa satu-satunya pemberian: sebuah cincin sederhana. Tak ada pidato panjang. Tak ada permintaan. Setelah cincin itu ia serahkan, emosinya runtuh. Tangisnya pecah di pelukan gubernur pelukan yang menjadi ruang bagi rasa syukur yang tak mampu ia ucapkan dengan kalimat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan justru dirinya yang paling bahagia melihat kebahagiaan para jamaah. Menurutnya, umroh bukanlah hadiah dari manusia, melainkan panggilan langsung dari Allah SWT. Ia menempatkan dirinya hanya sebagai perantara.

“Allah memanggil siapa yang Dia kehendaki. Saya hanya wasilah. Bapak dan Ibu sebenarnya sudah tercatat dipanggil Allah. Saya hanya jalan yang Allah berikan,” ujar Iqbal.

Dalam suasana hening, Iqbal menitipkan doa kepada para jamaah. Bukan untuk dirinya, melainkan untuk masyarakat NTB.

Ia meminta agar NTB didoakan lebih dahulu agar rakyatnya keluar dari kemiskinan dan para pemimpinnya diberi kekuatan menunaikan amanah. Ia juga menitipkan salam rindu kepada Rasulullah SAW.

Iqbal mengungkapkan niat untuk memberangkatkan lebih banyak jamaah bahkan hingga 100 orang. Namun pada HUT NTB ke-67 ini, baru 33 jamaah yang dapat dilepas. Ia sempat berniat berangkat umroh bersama istrinya, tetapi memilih tetap berada di daerah karena NTB tengah menghadapi sejumlah bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....