Optimalisasi SDM Bahan Lokal Dorong Tenun NTB Mendunia
- 24 Okt 2025 07:39 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kendala utama dalam produksi tenun adalah ketersediaan bahan baku berkualitas. Paslanya, sebagian besar benang masih didatangkan dari Pekalongan dan beberapa pasar lokal yang belum terjamin kualitasnya.
“Kami berharap BumDes membuka peluang menghadirkan material berkualitas agar kualitas tenun terjaga,” ujar, Owner Penginang Lombok Artshop, Mawardi, Kamis (23/10/2025) pada Dialog Luar Studio (DLS) bertema “Mengangkat Kain Tenun NTB Tampil Mendunia” di Penginang Lombok Artshop, Desa Sukarara, Lombok Tengah yang digelar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mataram.
Ia menambahkan, pewarnaan kain saat ini menggunakan dua sistem, yaitu pewarna alami dan pewarna kimia yang menuntut ketelitian dalam proses produksi.
Dalam aspek pengembangan SDM, Mawardi menegaskan bahwa para penenun telah mendapatkan pembinaan dari pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Mereka dilatih dalam teknik menenun hingga strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk.
“Para penenun kini bisa menjual hasil karyanya sendiri melalui digital marketing yang telah diajarkan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar penenun adalah perempuan yang melestarikan tradisi menenun secara turun-temurun sejak usia dini.
Menurut Mawardi, motif tenun Lombok memiliki nilai filosofi dan karakter yang kuat, seperti motif “Subhanale” yang dianggap legendaris. Motif tersebut mencerminkan ketekunan dan spiritualitas masyarakat Sasak dalam menjaga warisan budaya leluhur mereka.
Sementara itu, penenun lokal Sohaimi mengatakan profesi menenun tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari identitas budaya.
“Jika tidak dijalani dengan hobi dan kecintaan, profesi ini sulit bertahan, namun inilah yang menyejahterakan kami,” ungkapnya.
Mawardi berharap pemerintah, akademisi, dan NGO terus membina masyarakat agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami ingin memperoleh sumber daya manusia yang terampil dan bahan lokal berkualitas, agar tenun Lombok dapat menembus pasar ekspor,” tutupnya.
Penulis: Dian Ferdinawan Mahasiswa PKL UIN Mataram di RRI Mataram
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....