Potrer Lansia Penjual Sapu Lidi di Sudut Kota Selong
- 05 Mar 2025 21:52 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Timur: Di sebuah sudut kota Selong yang ramai, seorang lelaki tua duduk dengan sabar menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Lelaki itu bernama Sahrudin, warga Reban Tebu, Kecamatan Selong.
Di tangannya, terdapat sapu lidi yang ia buat sendiri, namun sepi pembeli menjadi hal yang biasa bagi pria berusia renta ini. Menjual sapu lidi yang bukan menjadi kebutuhan utama masyarakat memang membutuhkan kesabaran, apalagi selama bulan puasa, saat orang lebih fokus pada persiapan berbuka puasa daripada membeli barang yang sederhana ini.
Dengan pakaian sederhana, Sahirudin mengenakan baju coklat lusuh yang mirip dengan baju pegawai ASN, serta kain lusuh yang terlihat sudah sangat tua. Peci bercorak yang ia kenakan pun hampir setiap saat harus diperbaiki karena keausannya. Meskipun begitu, ia tak pernah terlihat menyerah. Sahirudin duduk di sudut taman kota Selong dari pagi hingga sore hari, berharap ada orang yang akan membeli sapu lidi buatannya.
Aktivitas menjual sapu lidi dimulai usai sholat subuh, Sahirudin langsung menuju sudut kota untuk memulai hari. Ia tidak pernah meninggalkan kewajiban sholat, meski berjualan sapu lidi di luar rumah. Setiap waktu sholat, ia segera bergegas menuju mushola untuk menunaikan ibadah, yang baginya adalah kebutuhan utama, jauh lebih penting dari hasil jualannya.
"Sholat kewajiban kita sebagai manusia untuk terus melaksanakannya," Katanya.
Harga sapu lidi yang ia jual sangat terjangkau, hanya Rp 10.000 per buah. Setiap sapu lidi dibuat dengan tangan sendiri, dibantu oleh istrinya yang juga sudah renta. Kadang, anak-anak lelakinya yang sedang punya waktu luang membantu membuat sapu lidi.
Bagi Sahirudin, pekerjaan ini adalah jalan hidup yang ia pilih setelah meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai buruh pasar puluhan tahun. Usianya yang semakin tua dan tubuhnya yang sudah tak sekuat dulu membuatnya berkeliling berjualan memutuskan untuk berjualan sapu lidi, sebuah pekerjaan yang ia jalani hingga saat ini.
Kehidupan keluarga Sahirudin tidaklah mudah. Ia memiliki lima orang anak, tiga laki-laki dan dua Perempuan, yang juga bekerja serabutan.
Sahirudin selalu berusaha untuk tidak merepotkan anak-anaknya. Meskipun anak-anaknya menyarankan agar ia beristirahat di rumah, Sahirudin memilih untuk tetap berjualan agar tak bergantung pada mereka. Ia menerima pemberian rezeki lebih dari orang yang lewat tanpa pernah meminta-minta, karena prinsip hidupnya adalah tidak menggantungkan diri pada orang lain.
"Pantang saya meminta-minta, saya juga tidak merepotkan anak-anak saya. Mereka memiliki keluarga masing-masing yang juga harus dinafkahi, " katanya. Rabu (5/3/2025)
Pendapatan dari berjualan sapu lidi digunakan untuk membeli kebutuhan dapur sehari-hari. Untuk berbuka dan sahur, Sahirudin tidak memikirkan makanan yang mewah. Cukup dengan sayur dan lauk yang mudah dikunyah, ditambah air putih dan secangkir kopi, ia merasa cukup untuk mengisi perutnya dan melanjutkan aktivitasnya.
Meskipun hidup serba terbatas, Sahirudin memiliki harapan yang besar. Salah satu keinginan terbesarnya adalah menunaikan ibadah haji. Namun, jika hal itu belum tercapai, ia berharap bisa melaksanakan umroh.
Ia pernah menabung untuk mewujudkan impiannya tersebut, tetapi uang yang sudah terkumpul hilang begitu saja saat gempa yang melanda beberapa tahun lalu. Meski begitu, ia tidak menyerah. Harapan untuk menunaikan ibadah ke tanah suci tetap hidup dalam hatinya.
"Saya pernah menabung uang, sekitar 7 juta jumlahnya, namun hilang entah kemana saat gempa. kalau tidak bisa haji besar, setidaknya saya bisa melaksanakan umrah," ucapnya sambil menghela air mata yang keluar saat mengungkapkan keinginan yang belum tercapai tersebut.
Diusia yang semakin renta, Sahirudin hanya ingin tetap menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Ia tidak ingin bergantung pada orang lain, meskipun tak jarang ada orang yang dengan sukarela memberinya sedikit rezeki lebih. Ia berkomitmen untuk tidak meminta-minta, karena baginya, tetap berdiri di atas kaki sendiri adalah kebanggaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....