Monumen Kasipahu: Saksi Bisu Kejayaan Maritim Kesultanan Bima

  • 17 Feb 2025 08:38 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Kesultanan Bima pernah menjadi salah satu kekuatan maritim terbesar di Nusantara. Kejayaan armada lautnya, Pabise, tercatat dalam berbagai sumber sejarah sebagai kekuatan yang mampu menandingi kerajaan-kerajaan besar di kawasan timur Indonesia. Namun, kejayaan itu runtuh akibat strategi politik kolonial Belanda.

Kepala Museum ASI Mbojo Bima, Bang Alan, menjelaskan bahwa armada laut Pabise telah dibentuk sejak abad ke-15 dan memainkan peran penting dalam perdagangan serta pertahanan kerajaan. “Pabise bukan hanya armada pertahanan, tetapi juga simbol kekuatan Kesultanan Bima yang berpengaruh hingga ke wilayah Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Sejarawan dan Kepala Museum Samparaja Bima, Dewi Ratna Muchlisa, yang juga keponakan dari almarhumah Siti Maryam Salahudin (anak ketujuh Sultan Bima terakhir), menambahkan bahwa armada laut ini bahkan pernah membantu kerajaan lain seperti Gowa dan Ternate dalam mempertahankan wilayahnya. “Keberadaan Pabise menjadi ancaman bagi Belanda, sehingga mereka menggunakan strategi politik dan diplomasi untuk melumpuhkannya,” jelasnya.

Tragedi di Balik Runtuhnya Pabise

Runtuhnya Pabise bukan karena kekalahan dalam peperangan, melainkan akibat Perjanjian Bongaya yang mengikat Kesultanan Bima dengan Belanda. Perjanjian ini membatasi hak dagang Bima dan memaksanya memilih antara mempertahankan Pabise atau tunduk pada embargo ekonomi Belanda.

"Kebencian Belanda terhadap Pabise bukan hanya karena kekuatannya, tetapi juga karena ketidaktaatannya terhadap kontrol kolonial. Dengan serangkaian perjanjian politik yang mengikat, akhirnya Pabise dibubarkan dan Kesultanan Bima kehilangan kekuatan maritimnya secara perlahan", jelas Bang Alan lebih lanjut.

Namun, pertanyaan besar yang masih menjadi misteri adalah: kemana perginya kapal-kapal Pabise setelah dibubarkan? Hingga kini, satu-satunya bukti fisik yang tersisa dari kejayaan maritim Bima adalah sebuah tiang kapal yang kini berada di halaman Museum ASI Mbojo.

Pelajaran dari Sejarah

Monumen Kasipahu di Bima kini menjadi simbol refleksi sejarah, mengingatkan generasi muda bahwa kejayaan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Sejarah telah mengajarkan bahwa strategi diplomasi dan politik bisa lebih mematikan daripada peperangan. Tugas kita adalah belajar dari masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....