Ibu-ibu Aisyiyah Woha Ubah Cara Pandang Siswa terhadap Sampah

  • 17 Sep 2026 08:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima — Sampah tak selalu berakhir sebagai limbah. Jika dipilah dan dikelola dengan tepat, barang yang kerap dianggap tak berguna itu justru bisa memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Pesan itulah yang dibawa ibu-ibu yang tergabung paguyuban Aisyiyah Woha, saat memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada siswa dan guru SDN Rabakodo, Kabupaten Bima.

Kegiatan yang berlangsung di tengah rangkaian Hari Belajar Guru dan pelatihan literasi tersebut diinisiasi Siti Rahmah, pendiri Aisyiyah Woha, sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.

Dengan pendekatan sederhana dan interaktif, para siswa diajak mengenali jenis-jenis sampah, belajar memilah sampah organik dan anorganik, serta memahami dampaknya apabila tidak dikelola dengan baik.

Rahmah mengatakan, edukasi tersebut tidak hanya berbicara soal kebersihan, tetapi juga bagaimana mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang. Kalau dipilah dan dikelola, sampah bisa dimanfaatkan kembali dan bahkan memiliki nilai ekonomi,” ujar Rahmah.

Dalam kegiatan itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai hasil karya daur ulang serta aktivitas Bank Sampah dan IKM Kasih Ibu yang dikelola Aisyiyah Woha.

Menurut Rahmah, edukasi lingkungan tersebut dilakukan secara rutin dan tidak terbatas di lingkungan sekolah. Program serupa juga menyasar sejumlah dinas dan instansi di wilayah Bima.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti di sekolah saja,’’ urainya menambahkan pihaknya juga rutin membawa edukasi dan praktik pengelolaan sampah ini ke dinas maupun instansi di sekitar wilayah Bima, sehingga semakin banyak pihak yang memahami pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka mengamati langsung berbagai produk hasil daur ulang dan bertanya mengenai proses pengolahannya.

Rahmah berharap kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh dari lingkungan sekolah, kemudian terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat.

Sebab, menurutnya, menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kebiasaan sederhana membuang dan memilah sampah pada tempatnya dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih luas.

Melalui gerakan tersebut, Aisyiyah Woha berupaya mempertemukan dua hal sekaligus, yakni membangun budaya hidup bersih dan membuka kesadaran bahwa di balik sampah terdapat potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....