Kopi Keliling Makin Menjamur, Gede Hadapi Persaingan hingga Regulasi
- 29 Agt 2026 16:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Menjamurnya usaha kopi keliling di berbagai sudut kota menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM. Bagi Gede Sudani Adithya, pemilik Kopi Gowes, bertambahnya jumlah penjual membuat persaingan mendapatkan konsumen semakin ketat.
Menurut Gede, persoalan tidak berhenti pada persaingan. Pelaku kopi keliling juga menghadapi kenaikan harga bahan baku serta persoalan lokasi berjualan karena sebagian aktivitas dilakukan menggunakan gerobak yang berpindah-pindah.
"Dari hukum ekonomi, jumlah yang beli dan jumlah yang jualan lebih banyak yang jualan kayaknya sekarang. Itu tantangan pertama," ujarnya, Sabtu 29 Agustus 2026.
Harga sejumlah bahan baku juga ikut memberikan tekanan. Gede menyebut harga susu UHT yang sebelumnya sekitar Rp17.500 kini meningkat menjadi sekitar Rp20 ribu. Kenaikan juga terjadi pada plastik dan bahan kopi dari pemasok.
Meski biaya produksi meningkat, ia belum banyak menaikkan harga jual karena tetap ingin mempertahankan daya beli konsumennya. Saat ini, kenaikan harga yang diterapkan berada di kisaran Rp1.000 per produk atau sekitar 10 persen.
Di luar persoalan biaya produksi, lokasi menjadi tantangan lain bagi usaha kopi keliling. Konsep Kopi Gowes yang berjualan menggunakan gerobak membuat mereka harus menyesuaikan diri dengan aturan penggunaan ruang publik.
"Kita kemarin dapat pengusiran juga di mana-mana. Karena konsep kita kopi yang berkeliling, berjualan di bawah jalan, di trotoar. Kita kayaknya butuh regulasi dari atas," tuturnya.
Gede berharap pemerintah dapat menghadirkan aturan yang lebih jelas mengenai ruang bagi usaha kopi keliling. Menurutnya, pelaku UMKM tetap harus mengikuti aturan, tetapi di sisi lain membutuhkan kepastian mengenai lokasi yang dapat digunakan untuk berjualan.
Karena itu, Kopi Gowes mulai menyiapkan alternatif usaha yang tidak sepenuhnya bergantung pada aktivitas berkeliling. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah membuka outlet dengan konsep coffee takeaway.
Konsep tersebut diharapkan tetap mempertahankan karakter Kopi Gowes, tetapi memberikan tempat usaha yang lebih jelas dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.
"Kita tidak bisa jalan kalau melawan arus. Kita akan buat outlet mungkin coffee takeaway, konsepnya sama takeaway. Kita tetap mengedepankan kualitas, tetapi harganya sama dengan kopi-kopi keliling yang lain," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....