Dari Kopi Keliling Gowes, Gede Buka Peluang Kerja dan Angkat Kopi Lokal Lombok
- 28 Agt 2026 16:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Keinginan untuk tetap dekat dengan orang tua menjadi salah satu alasan Owner Kopi Goes, Gede Sudani Adithya memilih jalan berbeda di tengah pekerjaannya sebagai karyawan kantoran. Ketika muncul kemungkinan dirinya dipindahkan ke luar kota, ia mulai mencari peluang usaha yang bisa dijalankan tanpa harus meninggalkan keluarga.
Pilihan itu jatuh pada bisnis kopi keliling. Gede terinspirasi dari tren kopi gerobakan yang berkembang di kota-kota besar dan kemudian mencoba membawa konsep tersebut ke Mataram dengan menawarkan kopi berbahan berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.
"Dulu ada kemungkinan saya dipindah ke luar kota, ke kantor pusat. Daripada kemudian jauh dari orang tua, kebetulan orang tua sudah tua juga, tidak ada yang jaga, akhirnya saya coba buka kopi keliling," kata Gede, Jumat 28 Agustus 2026.
Kopi Gowes mulai beroperasi pada Agustus 2024. Pada masa awal, respons konsumen cukup baik sehingga usaha tersebut perlahan berkembang. Gede tidak ingin bisnisnya hanya mengandalkan harga murah, tetapi juga menjaga kualitas bahan yang digunakan.
Ia memilih menggunakan kopi lokal dari Lombok Utara sebagai salah satu bahan utama. Menurutnya, kopi keliling seharusnya tidak identik dengan minuman murah yang mengesampingkan kualitas.
"Makanya kepikiran, biar kita bisa dapat kopi murah tapi menggunakan kopi murni. Kalau kita mau cari kopi-kopi yang Rp10 ribu sampai Rp15 ribu banyak, tapi kita tetap mengedepankan kualitas," ujarnya.
Dua tahun berjalan, Kopi Gowes kini memiliki enam gerobak dengan sembilan orang karyawan. Selain kopi, Gede juga sempat mengembangkan usaha minuman lain berupa jeruk peras.
Perkembangan tersebut membuat usaha yang awalnya hanya menjadi pilihan untuk tetap dekat dengan keluarga kini turut membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Bagi Gede, perkembangan bisnis kopi keliling menunjukkan bahwa peluang usaha bisa muncul dari kebutuhan sederhana di sekitar masyarakat. Namun, ia menilai pelaku UMKM tetap harus memiliki pembeda agar mampu bertahan di tengah semakin banyaknya usaha serupa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....