Modal dan Pasar Jadi Tantangan UMKM Baru Dompu
- 11 Agt 2026 09:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Pasar yang semakin ramai dan kebingungan menentukan produk yang akan dijual menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Selain khawatir tidak mampu bersaing dengan produk yang sudah lebih dahulu berada di pasaran, persoalan permodalan juga menjadi kendala bagi calon pelaku UMKM untuk memulai usaha.
Berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan membuat sebagian masyarakat memilih menunda rencana membuka usaha.
Pelaku UMKM sukses yang juga pemilik Ori Coffee, Muhdar, mengatakan calon pelaku usaha sebaiknya tidak terburu-buru memulai bisnis hanya karena melihat usaha orang lain yang dianggap berhasil.
Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan riset pasar untuk mengetahui produk yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Mulailah merintis usaha dengan modal yang memang memadai. Yang paling penting lakukan riset pasar terlebih dahulu, mana produk yang memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Muhdar, Selasa, 11 Agustus 2026.
Setelah mengetahui kebutuhan pasar, calon pelaku usaha juga perlu menyusun ide dan rencana bisnis secara matang.
Menurut Muhdar, perencanaan bisnis penting karena akan menjadi pedoman bagi pelaku usaha dalam menentukan arah perkembangan usahanya.
“Setelah itu lakukan penyusunan ide bisnis atau rencana bisnis ke depan seperti apa. Ini sangat penting, karena dari penyusunan rencana bisnis ini kita akan tahu ke arah mana usaha akan berkembang,” katanya.
Di sisi lain, pertumbuhan UMKM di Kabupaten Dompu justru menunjukkan perkembangan cukup pesat setelah pandemi Covid-19.
Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat lebih mudah memulai usaha. Pelaku UMKM kini tidak harus memiliki toko atau lapak secara fisik untuk memasarkan produknya, karena penjualan dapat dilakukan melalui berbagai platform digital.
Digitalisasi juga membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM, sekaligus memberikan kesempatan bagi usaha baru untuk memperkenalkan produk tanpa harus bersaing secara langsung dengan pelaku usaha yang telah memiliki toko.
Selain perkembangan perdagangan digital, kebijakan Pemerintah Kabupaten Dompu yang menetapkan kawasan Jalan Soekarno-Hatta sebagai lokasi Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi turut memberikan ruang bagi tumbuhnya UMKM baru.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu tempat bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus menguji produk mereka secara langsung kepada konsumen.
Kondisi ini dinilai memberikan peluang bagi masyarakat yang baru merintis usaha untuk melakukan uji pasar dengan modal relatif terbatas.
Namun, di tengah pertumbuhan UMKM yang semakin pesat, calon pelaku usaha tetap dituntut mampu membaca peluang dan kebutuhan konsumen.
Riset pasar, perencanaan usaha, kemampuan mengelola modal, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting agar usaha yang baru dirintis tidak berhenti di tengah jalan.
Dengan semakin terbukanya ruang pemasaran melalui digitalisasi dan kegiatan ekonomi masyarakat, peluang tumbuhnya UMKM baru di Kabupaten Dompu dinilai masih cukup besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....