Pekan Kesenian Senggigi Jadi Magnet Wisatawan dan UMKM Lokal
- 27 Jul 2026 14:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kawasan wisata Senggigi kembali menunjukkan denyut kehidupan pariwisatanya. Gelaran Pekan Kesenian Senggigi yang berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Sabtu 25 Juli 2026 malam, sukses menghadirkan suasana semarak dengan jumlah pengunjung yang terlihat meningkat dibandingkan pelaksanaan pada pekan-pekan sebelumnya.
Agenda seni budaya yang menjadi bagian dari Festival Senggigi: The Soul of Lombok itu tidak hanya diramaikan masyarakat setempat. Sejumlah wisatawan mancanegara yang tengah menghabiskan waktu libur sekaligus menginap di hotel dan resor sekitar Senggigi turut datang menyaksikan beragam pertunjukan yang disuguhkan.
Kemeriahan semakin terasa ketika panggung Amphitheater dipenuhi rangkaian atraksi seni tradisional. Penonton diajak menikmati Tari Mesatya Jagaraga Indah dan Tari Kembang Sembah Jagaraga Indah, kemudian dilanjutkan dengan lantunan Hadrah Montong Are hingga penampilan spesial Intan CFN Idol.
Perpaduan seni tradisional dan hiburan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Salah satunya John, wisatawan asal Australia yang sedang menginap di salah satu hotel di kawasan Senggigi.
John mengaku terpukau dengan keindahan Lombok, mulai dari panorama matahari terbenam hingga kekayaan kulinernya. Namun, pertunjukan seni yang disaksikannya malam itu juga meninggalkan kesan mendalam.
"Lombok sangat indah, sunsetnya menawan, dan makanannya luar biasa. Pertunjukan ini sungguh luar biasa. Saya benar-benar suka musiknya, dan tarian tradisional tadi sangat menarik. Saya menikmatinya. Keren," ujarnya.
Meningkatnya jumlah pengunjung ternyata ikut memberikan dampak langsung bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Pasar Seni Senggigi. Para pelaku usaha kecil dan pedagang lokal mendapatkan peluang lebih besar untuk meningkatkan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Fatma, salah seorang pedagang sate di kawasan Pasar Seni Senggigi, mengatakan ramainya pengunjung membuat dagangannya lebih cepat terjual dibandingkan hari-hari biasa.
"Alhamdulillah, pengunjung malam ini jauh lebih ramai dari minggu-minggu lalu. Berkat acara ini kita bisa jualan laris setiap malam minggunya. Semoga acara seperti ini bisa terus diadakan," katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pekan Kesenian Senggigi tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan bagi para seniman. Kegiatan itu juga menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat daya tarik destinasi sekaligus membuka perputaran ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM di kawasan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Lombok Barat, Agus Gunawan, memastikan agenda seni budaya di Senggigi masih akan terus berlanjut hingga Agustus 2026.
Menurut Agus, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kawasan Senggigi tetap hidup dan menarik dikunjungi wisatawan. Terlebih, momentum tersebut nantinya bertepatan dengan musim MotoGP yang diperkirakan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok.
"Kita akan terus hidupkan Senggigi. Setelah Agustus nanti kita akan tetap menggelar atraksi kesenian di Amphitheatre ini mengingat itu sudah memasuki musim MotoGP," ujarnya.
Ia berharap wisatawan yang datang ke Lombok, termasuk mereka yang menginap di kawasan Senggigi untuk menghadiri perhelatan MotoGP, dapat menikmati kekayaan seni dan budaya lokal yang ditampilkan secara berkala.
"Kita harapkan tamu-tamu yang nanti menginap untuk perhelatan MotoGP bisa menikmati sajian budaya dan kesenian kita di sini, kemudian masyarakat juga terhibur, dan para pelaku UMKM juga bisa merasakan manfaatnya," katanya menegaskan.
Agus menambahkan, pemerintah daerah juga tetap mempertahankan pelaksanaan Car Free Nite (CFN) di Gerung. Menurutnya, kegiatan tersebut telah berkembang menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat sekaligus ruang promosi bagi produk UMKM, ekonomi kreatif, serta seni budaya lokal.
"Jadi CFN itu sudah menjadi komitmen kita bersama pimpinan di Lombok Barat untuk pemberdayaan masyarakat. Baik itu pelaku UMKM, para pelaku ekonomi kreatif, pelaku seni dan budaya Lombok Barat," ucapnya.
Selain menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, CFN juga dimanfaatkan sebagai ruang interaksi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Berbagai kegiatan pelayanan publik dapat dihadirkan bersamaan dengan agenda hiburan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Termasuk sebagai media silaturahmi pemda dan masyarakat dengan berbagai kegiatan pelayanan publiknya," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....