UMKM Cilok Ngangak Melonjak, Serap 90 Pekerja dan Produksi Dua Ton Perhari
- 08 Jul 2026 15:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Salah satu buktinya datang dari rumah produksi kuliner Cilok Ngangak di Desa Kapek, Kecamatan Gunungsari, yang kini mampu memproduksi hingga dua ton per hari sekaligus membuka lapangan kerja bagi lebih dari 90 warga lokal.
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, yang mengunjungi lokasi produksi pada Senin 6 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada pemilik usaha, Marisa, yang dinilai berhasil mengembangkan bisnis dari skala rumahan hingga menjadi salah satu UMKM yang memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
"Saya tadi sempat berbincang mengenai sejarah usahanya. Awalnya produksi hanya sekitar satu sampai dua kilogram saja. Namun berkat kegigihan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, sekarang berkembang pesat. Produksinya bahkan sudah mencapai dua ton setiap hari," ujar Wakil Bupati.
Menurutnya, pertumbuhan usaha tersebut bukan hanya mencerminkan keberhasilan bisnis semata, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang besar melalui penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Ia mengungkapkan, saat berdialog dengan salah seorang karyawan, dirinya memperoleh gambaran langsung mengenai dampak ekonomi yang dirasakan para pekerja.
"Saya sempat bertanya kepada salah seorang karyawan. Beliau menyampaikan bahwa penghasilan dari bekerja di sini cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga selama satu bulan. Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa dan patut kita syukuri bersama," katanya.
Wakil Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus memberikan dukungan terhadap pelaku UMKM yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Menanggapi polemik yang sempat menjadi perhatian publik di media sosial terkait persoalan perizinan dan kewajiban pajak, Hj. Nurul Adha memastikan bahwa pihak Cilok Ngangak bersikap kooperatif dalam memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
"Saat ini proses penyelesaian administrasi terus berjalan melalui Mall Pelayanan Publik pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat," ucapnya.
Ia menjelaskan, dokumen perizinan usaha, termasuk sertifikasi dari BPOM, telah diproses sesuai ketentuan. Selain itu, pemilik usaha juga berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajiban perpajakan daerah sebagai bagian dari upaya menjalankan usaha secara legal dan profesional.
"Semua proses sedang diselesaikan dengan baik. Pemerintah tentu mendukung setiap pelaku usaha yang memiliki komitmen untuk memenuhi seluruh aturan yang berlaku sehingga usaha dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....