Pemkot Mataram Dorong Sepatu Batik Jadi Produk Unggulan

  • 17 Mei 2026 13:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram mulai mendorong lahirnya produk alas kaki berbasis budaya lokal melalui pelatihan pembuatan sepatu bermotif batik khas Mataram. Program yang digelar Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Perinkop UKM) Kota Mataram itu menyasar 50 perajin di Kelurahan Turide sebagai salah satu sentra kerajinan sepatu di Kota Mataram.

Pelatihan yang berlangsung pada awal Mei 2026 tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian usaha para peserta melalui bantuan peralatan produksi.

Kepala Dinas Perinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, mengatakan peserta diberikan pelatihan membuat sepatu dengan memadukan bahan alas kaki dan kain batik khas Mataram sebagai upaya menghadirkan produk lokal yang memiliki nilai identitas daerah sekaligus daya saing pasar.

“Kami ingin produk sepatu dari Mataram memiliki ciri khas tersendiri. Karena itu peserta diajarkan mengombinasikan desain sepatu dengan motif batik lokal agar punya nilai tambah dan bisa bersaing,” ujarnya, Minggu 17 Mei 2026.

Menurut Jemmy, pola pelatihan tahun ini dibuat berbeda dari sebelumnya. Selain menerima materi dan praktik langsung, peserta juga diberikan bantuan mesin jahit sepatu serta kain batik untuk mendukung usaha mereka setelah pelatihan selesai.

“Kalau hanya diberi pelatihan tanpa alat, biasanya sulit berkembang. Karena itu kami langsung bantu peralatan sesuai jenis pelatihannya supaya bisa menjadi modal awal usaha mandiri,” katanya.

Selain pelatihan pembuatan sepatu batik, peserta juga mendapatkan keterampilan membuat tas dan kerajinan rajut untuk perlengkapan rumah tangga seperti tudung saji, penutup kulkas, dan berbagai produk kreatif lainnya.

Jemmy menegaskan, program tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan saja. Dinas akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta yang dinilai serius mengembangkan usahanya.

“Kami akan terus kontrol perkembangan mereka. Peserta yang benar-benar ingin maju akan kami dampingi agar usahanya bisa berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

Untuk memperkuat akses permodalan, para pelaku usaha baru juga diarahkan bergabung dengan Koperasi Merah Putih. Melalui koperasi itu, para perajin diharapkan lebih mudah memperoleh dukungan modal usaha sekaligus memperluas pengembangan produk.

“Lewat koperasi, pelaku usaha bisa mendapatkan akses pembiayaan dan dukungan pengembangan usaha sehingga produk yang dihasilkan tidak monoton,” tambah Jemmy.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....