Kolaborasi Pemprov NTB dan BI, Terbukti Perkuat UMKM untuk Pasar Internasional

  • 16 Mei 2026 06:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan menembus pasar internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui ajang Karya Kreatif NTB 2026 yang menghadirkan pelaku UMKM baru hasil program inkubasi. Kegiatan ini berlangsung 15 - 17 Mei 2026 di Epicentrum Mall Mataram.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan program inkubasi yang dilakukan berbagai pihak harus mampu melahirkan UMKM mandiri dan berdaya saing. Menurutnya, Karya Kreatif NTB tahun ini menghadirkan wajah baru pelaku usaha yang sebelumnya telah melalui proses kurasi dan pendampingan.

“Alhamdulillah tahun ini ada 15 UMKM baru yang sudah naik kelas dan diraduasi. Mereka sudah layak ikut pameran dan memamerkan produknya,” ujarnya.

Iqbal menilai selama ini pameran UMKM kerap diisi pelaku dan produk yang sama setiap tahunnya. Karena itu, kehadiran pelaku usaha baru dalam Karya Kreatif NTB 2026 menjadi progres positif dalam pengembangan UMKM daerah.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan hingga berbagai pemangku kepentingan lain.

“UMKM adalah hasil kerja bersama. Pengembangannya tidak bisa dilakukan satu pihak karena melibatkan literasi keuangan, inkubasi keterampilan, hingga penguatan komersial,” katanya.

Iqbal juga mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam membina UMKM NTB. Ia menyebut sejumlah produk lokal yang kini mampu menembus pasar internasional merupakan hasil program inkubasi BI.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BI Bali Nusra, Achris Sarwani, mengatakan pengembangan UMKM kreatif harus terhubung dengan kebutuhan industri pariwisata di NTB. Menurutnya, sektor pariwisata membutuhkan pasokan produk kreatif lokal yang berkualitas untuk mendukung pengalaman wisatawan selama berada di daerah tersebut.

“Pengembangan UMKM ini harus menjadi supply bagi industri pariwisata. Di satu sisi kita dorong produknya, di sisi lain kita dorong wisatawan datang ke NTB,” ujarnya.

Achris menambahkan, dukungan terhadap pariwisata juga dilakukan melalui penguatan sistem pembayaran digital lintas negara atau cross border payment agar wisatawan semakin mudah bertransaksi tanpa perlu menukar uang tunai.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan BI juga mendorong pengembangan kopi NTB sebagai komoditas unggulan daerah yang berpotensi mendukung ekspor dan pariwisata. Menurutnya, kopi NTB memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan industri kafe dan pariwisata lokal sehingga mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi.

“Komoditas yang didukung BI bukan hanya yang menyumbang inflasi, tetapi juga komoditas unggulan daerah yang berpotensi ekspor dan mendukung pariwisata,” katanya.

Terkait target ekspor kopi NTB, Hario menegaskan fokus utama saat ini masih pada penguatan produksi agar konsisten dan berkelanjutan sebelum diperluas ke pasar ekspor secara rutin.

“Kita berusaha leverage dulu produksinya agar konsisten. Kalau sudah konsisten, baru bisa ekspor secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....