Bank Indonesia Dorong UMKM NTB Naik Kelas Melalui KK-NTB 2026

  • 16 Mei 2026 06:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Bank Indonesia terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya pada sektor wastra, ready to wear, kriya, kuliner, home decor, dan kopi agar mampu naik kelas melalui penguatan akses pasar dan pembiayaan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 yang mengusung tema “Harmoni Kreatif Sasambo”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Mei 2026 di Kota Mataram.

Pembukaan KK-NTB 2026 dilakukan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (15/5). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Koordinator Bank Indonesia Provinsi Balinusra Achris Sarwani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K. Pamungkas, Sekda Provinsi NTB, Ketua Dekranasda NTB, Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Sumbawa Barat, perwakilan OJK NTB, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan kepala OPD di lingkungan Pemprov NTB.

KK-NTB 2026 melibatkan sebanyak 113 UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia NTB, termasuk belasan UMKM baru hasil kurasi dan bootcamp program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia NTB 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan KK-NTB tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antarstakeholder dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.

“Melalui Karya Kreatif NTB 2026, kami berharap UMKM NTB semakin berkembang, mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan UMKM baru atau hidden gem menjadi bagian dari upaya regenerasi dan pembaruan dalam pameran, sehingga membuka peluang bagi pelaku usaha potensial lainnya untuk tampil dan berkembang hingga menembus pasar nasional maupun global.

Rangkaian kegiatan KK-NTB 2026 meliputi bazaar UMKM dan kuliner Sasambo, edukasi dan literasi, talkshow, business matching dengan perbankan, parade tenun dan fashion show, berbagai perlombaan, hingga art performance yang dipusatkan di Lombok Epicentrum Mall. Pada tahun ini, Bank Indonesia NTB juga menghadirkan kolaborasi strategis bersama Lombok Coffee Hub untuk memperkuat ekosistem kopi lokal NTB melalui sinergi dengan enam kedai kopi ternama di Kota Mataram.

Enam kopi lokal yang diperkenalkan dalam ajang tersebut yakni Sajang Arabica, Sapit Arabica, Tambora Robusta, Rarak Robusta, Metrokosta Arabica, dan Rempek Robusta. Produk kopi tersebut diharapkan mampu memperkuat branding kopi NTB sebagai langkah awal menuju pasar nasional dan global.

Selain itu, KK-NTB 2026 juga mendorong digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS di seluruh area kegiatan. Kehadiran layanan QRIS Cross Border memungkinkan wisatawan mancanegara melakukan pembayaran langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya.

Merchant di NTB kini telah dapat menerima transaksi dari wisatawan asal Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga China sejak layanan tersebut diresmikan pada 30 April 2026 lalu.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia NTB atas konsistensinya menyelenggarakan KK-NTB setiap tahun.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Bank Indonesia dalam memajukan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif daerah.

“KK-NTB bukan sekadar pameran, tetapi platform komprehensif untuk meningkatkan akses pasar dan pembiayaan UMKM, khususnya di bidang wastra, kriya, dan ekonomi kreatif lainnya,” katanya.

Iqbal juga mengapresiasi kolaborasi antara kopi lokal NTB dengan kedai kopi modern di Mataram sebagai langkah inovatif memperluas pasar produk daerah.

Ia pun berpesan kepada para pelaku UMKM agar terus menjaga kualitas produk, menguasai teknologi digital, dan memiliki keberanian untuk menembus pasar global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....