KK-NTB 2026: Gubernur Iqbal Minta UMKM NTB Perkuat Pondasi sebelum Go Global

  • 15 Mei 2026 20:43 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal buka kegiatan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026
  • Pemprov NTB mulai mulai serius kembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada penguatan kualitas produk dan kapasitas pelaku usaha
  • KK-NTB 2026 dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM daerah.

‎RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengarahkan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada penguatan kualitas produk dan kapasitas pelaku usaha sebelum memperluas pasar ke tingkat internasional. Langkah itu ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat membuka Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam pembukaan kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB tersebut, Iqbal mengatakan pemerintah daerah tidak ingin UMKM hanya ramai di pameran, tetapi lemah dari sisi kualitas dan keberlanjutan usaha. Menurutnya, penguatan pondasi menjadi tahap penting sebelum pelaku UMKM diarahkan masuk ke pasar nasional maupun global.

“Tahun ini kami fokus memperkuat pondasi UMKM terlebih dahulu sebelum lebih agresif masuk ke pasar yang lebih besar,” kata Iqbal.

Ratusan pengunjung memadati area pameran yang menghadirkan produk fesyen, kriya, kopi, kuliner, hingga berbagai produk ekonomi kreatif dari kabupaten dan kota di NTB. Pemerintah daerah menilai kegiatan semacam itu tidak lagi cukup diposisikan sekadar agenda promosi tahunan, melainkan bagian dari proses pembinaan usaha secara berkelanjutan.

Iqbal menyoroti mulai munculnya pelaku usaha baru hasil program inkubasi yang mendapat ruang tampil dalam KK-NTB 2026. Sebanyak 15 UMKM baru hasil kurasi dan pembinaan dinilai menjadi indikator bahwa proses regenerasi pelaku usaha mulai berjalan.

Menurut dia, selama ini pameran UMKM cenderung diisi pelaku yang sama setiap tahun. Kondisi itu, kata dia, membuat ruang tumbuh bagi pelaku usaha baru menjadi terbatas.

“Sekarang mulai muncul UMKM baru yang siap tampil dan berkembang. Ini progres yang sangat baik,” ujarnya.

Selain memperkuat UMKM, Pemerintah Provinsi NTB juga mulai mendorong pengembangan identitas ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Iqbal menilai keberagaman budaya Lombok dan Sumbawa dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun citra produk NTB, termasuk komoditas kopi daerah.

‎Ia menyebut kopi NTB memiliki karakter rasa yang khas dan berpotensi dikembangkan menjadi racikan premium dengan identitas tersendiri di pasar nasional maupun internasional. Karena, kekayaan budaya masyarakat NTB yang terbentuk dari proses percampuran sosial selama ratusan tahun turut tercermin dalam produk-produk lokal yang dihasilkan masyarakat.

Meski menerima banyak undangan pameran dari luar negeri, Pemerintah Provinsi NTB memilih menahan ekspansi besar-besaran hingga kualitas produk dan kesiapan UMKM dinilai lebih matang. Namun, NTB dijadwalkan menjadi salah satu tamu kehormatan dalam pameran ASEAN–China di Tiongkok pada September mendatang atas undangan Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan KK-NTB 2026 dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 15–17 Mei 2026 itu melibatkan 119 UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia dari seluruh wilayah NTB, termasuk 15 pelaku usaha baru hasil program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI). Selain bazar produk, kegiatan juga diisi business matching, edukasi keuangan, peragaan busana, pertunjukan seni, dan promosi ekonomi kreatif daerah.

Menurut Hario, salah satu fokus utama tahun ini ialah penguatan branding kopi lokal NTB melalui kolaborasi dengan Lombok Coffee Hub dan enam coffee shop di NTB. Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai menu khas berbahan kopi asli NTB sebagai upaya memperkuat posisi daerah itu sebagai salah satu penghasil kopi unggulan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....