Lila Salad Andalkan Buah Premium dan Segar
- 07 Mei 2026 13:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pelaku UMKM M. Zainal Irfan Owner dari Lila Salad, membagikan sejumlah tips berusaha dalam kegiatan Teras UMKM, Kamis 7 Mei 2026. Menurutnya, keberanian memulai usaha dan kemauan belajar menjadi modal penting dalam menjalankan bisnis.
“Jangan gengsi. Pelajari ilmu berdagang, karena banyak makanan enak belum tentu laris dan sebaliknya. Perbanyak sharing dengan rekan dan jangan malu bertanya,” ujarnya.
Irfan mengawali usaha salad buah pada tahun 2023. Usaha tersebut berawal dari usulan dan pengalaman sang ibu yang kemudian menginspirasinya untuk terjun ke dunia usaha kuliner.
Pada awal berjualan, Irfan mengambil segmen pasar kelas bawah dengan menjual salad ekonomis seharga Rp5 ribuan. Namun seiring waktu, dirinya terus melakukan inovasi dan mencari komposisi salad yang sesuai hingga akhirnya mampu menyasar pasar kelas premium.
Usaha tersebut diberi nama “Lila Salad”, diambil dari nama anaknya. Irfan berharap bisnis yang dirintisnya itu dapat terus berkembang dan suatu saat diteruskan oleh sang anak.
Keunggulan produk Lila Salad terletak pada pemilihan buah premium yang dipilih langsung oleh owner. Menurut Irfan, buah yang benar-benar segar akan menghasilkan rasa yang berbeda dibanding buah hasil sortiran.
“Rasa crunchy buah tentu berbeda dan itu tidak ditemukan jika menggunakan buah sortiran,” katanya.
Selain menggunakan buah segar, Lila Salad juga menghadirkan saus dengan campuran keju melimpah, mayonaise, dan yogurt. Produk salad yang dibuat juga tidak menggunakan jelly, kecuali atas permintaan pelanggan.
Lila Salad menerima pesanan khusus, di mana pelanggan dapat memilih sendiri jenis buah yang ingin dimasukkan ke dalam salad. Saat ini, usaha tersebut telah memiliki pelanggan loyal dari berbagai daerah, bahkan ada pelanggan yang datang dari Bali khusus untuk menikmati salad produksinya.
Dengan rentang harga Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, Lila Salad kini telah memiliki banyak reseller. Dalam mengembangkan usaha, Irfan juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan Facebook sebagai media promosi.
Ia menyadari persaingan usaha salad cukup ketat, sehingga pelaku usaha perlu aktif memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar.
Strategi lain yang diterapkannya yakni menggunakan istilah “grosir salad” untuk menarik perhatian konsumen. Menurutnya, kata grosir mampu membangun persepsi harga lebih murah di benak pembeli.
“Kalau pembelian 10 pcs salad, pembeli sudah mendapat potongan harga,” ujarnya.
Selain menjalankan bisnis salad, Irfan yang akrab disapa Ustadz Irfan juga berprofesi sebagai guru madrasah. Ia pun berpesan kepada para pelaku UMKM agar tidak takut memulai usaha dan terus berinovasi.
“Sukses itu panjang, jangan tunda untuk memulai sesuatu, selalu berinovasi,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....