Sentra Tepung Loteng Kembangkan Mokaf, Pasar Mulai Tembus Bali
- 28 Apr 2026 11:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah—Sentra pengolahan tepung tapioka di Kabupaten Lombok Tengah mulai mengembangkan produk turunan berupa modified cassava flour (mokaf). Inovasi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas singkong sekaligus menjawab tren pangan sehat.
Mokaf dikenal memiliki kualitas lebih tinggi dibanding tepung tapioka biasa. Selain bebas gluten, produk ini dinilai lebih ramah bagi kesehatan dan cocok dikonsumsi berbagai kalangan, termasuk penderita diabetes. Namun, proses produksinya lebih kompleks sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, Baiq Yuliana Sapriani, mengungkapkan bahwa produksi mokaf saat ini masih dalam skala terbatas. Meski begitu, pasar mulai terbuka. Produk tersebut bahkan sudah dikirim ke Bali dengan volume sekitar satu kuintal.
“Harga jualnya berkisar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Ini masih tahap awal sebagai upaya promosi,” ujarnya Selasa, 28 April 2026.
Selain dipasarkan ke luar daerah, mokaf juga mulai diperkenalkan melalui berbagai pameran. Respons pasar dinilai cukup positif. Bahkan, produk ini sudah mulai masuk ke sejumlah ritel modern.
Kendati demikian, pengembangan industri mokaf di Loteng belum tanpa hambatan. Keterbatasan alat produksi, terutama kapasitas alat pengering, menjadi kendala utama. Kapasitas yang ada dinilai belum mampu menopang produksi dalam jumlah besar.
Di sisi lain, persoalan bahan baku juga masih membayangi. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, pelaku industri masih mendatangkan singkong dari Kabupaten Lombok Utara. Padahal, lahan tanam di Lombok Tengah sebenarnya sudah tersedia, namun produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.
"Karena kebutuhan kurang jadinya sejauh ini kita masih ambil juga dari Lombok Utara," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....