Berkah Festival Rimpu Mantika, Pedagang Kecil Raup Rezeki
- 25 Apr 2026 11:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Riuh warna-warni kain rimpu yang membalut ribuan peserta pawai dalam Festival Rimpu Mantika tak hanya menghadirkan pesona budaya. Di balik kemeriahan itu, terselip cerita sederhana tentang harapan dan perjuangan para pedagang kecil yang menggantungkan rezeki dari ramainya pengunjung.
Di salah satu sudut keramaian, Ratna (60), warga Kampo Sarae, Kelurahan Sarae, tampak sibuk melayani pembeli. Dengan wajah penuh syukur, ia menceritakan bagaimana festival ini menjadi berkah tersendiri baginya.
“Alhamdulillah banyak laku, tadi malam saya dapat 300 sampai 400 ribu rupiah,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.
Ratna menjajakan minuman dingin seperti es teh dan es jeruk. Sejak pagi hari pawai dimulai, dagangannya nyaris tak berhenti diserbu pembeli. Bahkan sebelum siang, ia sudah mengantongi ratusan ribu rupiah.
“Sejak tadi pagi sampai jam 11 saya sudah dapat 200 sampai 300 ribu rupiah. Semoga nanti habis jualan saya,” tuturnya penuh harap.
Bagi Ratna, berjualan bukan sekadar mencari tambahan, melainkan menjadi tumpuan hidup. Di usianya yang tak lagi muda, ia tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih suaminya tengah sakit-sakitan dan anak-anaknya telah berkeluarga.
“Saya cari uang untuk kebutuhan hidup. Ini bukan punya saya, tapi milik orang lain. Alhamdulillah dari hasil jualan ini, saya dapat upah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya lirih.
Kisah Ratna menjadi gambaran kecil dari denyut ekonomi rakyat yang ikut bergerak selama festival berlangsung. Di tengah gegap gempita budaya, para pelaku usaha kecil justru menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya secara langsung.
Harapan pun terus ia gantungkan pada sisa rangkaian acara. Ia ingin dagangannya terus laku, agar ada yang bisa dibawa pulang untuk menyambung hidup.
“Besar harapan laku terus, biar ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. H. Abdul Malik, menegaskan bahwa Festival Rimpu Mantika bukan sekadar perayaan budaya.
“Kota Bima luar biasa. Tiga kali berturut-turut Festival Rimpu Mantika masuk Kalender Event Nasional. Ini bukan sekadar seremonial, tapi bukti bahwa budaya Bima memiliki daya tarik dan nilai ekonomi kreatif yang kuat,” ujarnya saat membuka acara.
Festival Rimpu Mantika kembali menunjukkan bahwa budaya tidak hanya hidup di panggung, tetapi juga menghidupi. Dari kain rimpu yang anggun hingga gelas-gelas es teh di tangan pembeli, semuanya menjadi bagian dari cerita tentang tradisi, harapan, dan rezeki yang mengalir di Kota Bima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....