Papa Cookies Tawarkan Roti Sehat tanpa Pengawet, Perkuat UMKM dan Ekonomi Lokal NTB
- 11 Mar 2026 23:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Kehadiran cabang baru Papa Cookies di Kota Mataram kembali menambah geliat usaha kuliner berbasis UMKM di Nusa Tenggara Barat. Grand opening Papa Cookies cabang Pagutan resmi digelar pada Rabu, 11 Maret 2026, sekaligus menandai ekspansi bisnis roti nasional yang mengedepankan bahan lokal dan pemberdayaan tenaga kerja daerah.
Investor Papa Cookies Mataram, dr. Ramses Indriawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembukaan cabang baru tersebut. Ia menjelaskan Papa Cookies merupakan brand nasional yang dikembangkan dengan konsep pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami bersyukur hari ini bisa melakukan grand opening Papa Cookies cabang Pagutan. Perlu diketahui bahwa Papa Cookies ini sebenarnya brand nasional tetapi konsepnya ala UMKM. Investornya orang lokal, karyawannya juga orang lokal, bahkan sebagian besar bahan bakunya berasal dari daerah,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan bahan lokal seperti telur, pisang, tape dan bahan penunjang lainnya menjadi bagian dari komitmen untuk ikut menggerakkan perekonomian daerah, khususnya di Nusa Tenggara Barat.
“Dengan konsep seperti ini secara tidak langsung kami ingin membantu mendorong perekonomian NTB agar ikut berkembang,” katanya menegaskan.
Selain mengusung konsep ekonomi lokal, Papa Cookies juga menonjolkan kualitas produk yang sehat dan aman dikonsumsi. Seluruh roti diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet, serta telah memiliki sertifikat halal dari MUI.
“Kami tidak menggunakan bahan pengawet. Produk kami higienis, sehat, bersih, dan sudah bersertifikat halal dari MUI. Setiap roti juga kami cantumkan tanggal kedaluwarsa agar konsumen mengetahui masa konsumsi yang aman,” ucapnya.
Ia menjelaskan, roti Papa Cookies memiliki masa display selama tiga hari pada suhu ruangan. Namun jika disimpan di dalam lemari pendingin, produk tersebut masih dapat bertahan hingga tujuh hari.
“Kalau disimpan di suhu ruangan, roti ini fresh selama tiga hari. Tetapi kalau dimasukkan ke kulkas biasa bisa sampai tujuh hari, walaupun tentu ada sedikit perubahan rasa. Ini karena memang benar-benar tanpa pengawet,” katanya.
Pembukaan cabang Pagutan juga membawa dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, Papa Cookies Mataram telah mempekerjakan sekitar 30 orang karyawan yang seluruhnya berasal dari masyarakat sekitar.
“Untuk karyawan kurang lebih sekitar tiga puluhan orang dan semuanya tenaga kerja lokal dari Mataram dan sekitarnya,” ujarnya.
Dengan dibukanya cabang baru ini, Papa Cookies kini telah memiliki tiga outlet di Kota Mataram, yaitu di Jalan Airlangga Punia, Rembiga, dan cabang terbaru di Pagutan Jalan Bung Karno. Dan sebelumnya juga sudah ada cabang Papa Cookies di Pancor dan Masbagik Lombok Timur.
Selain melayani penjualan langsung, Papa Cookies juga dikenal sebagai salah satu brand yang banyak menerima pesanan dalam jumlah besar, terutama untuk kebutuhan program makanan bergizi.
Menurut Ramses, di berbagai daerah di Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat, Papa Cookies menjadi salah satu produk roti yang cukup diminati untuk pemesanan dalam skala besar.
“Di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat, Papa Cookies cukup laris untuk pesanan dalam jumlah besar. Bahkan sekali pesan bisa mencapai dua ribu hingga tiga ribu roti,” katanya.
Ia menyebutkan beberapa varian yang paling diminati di antaranya roti manis, krumpul, hingga chiffon yang biasanya dipesan dalam paket konsumsi beberapa hari.
Namun di Kota Mataram sendiri, pihaknya mengaku masih menghadapi tantangan karena belum banyak pemesanan dalam skala besar dari lembaga atau institusi setempat.
“Di Mataram sendiri kami belum mendapatkan pesanan dari SPPG. Mungkin karena belum mengenal lebih jauh produk kami atau belum cocok saja. Padahal sebenarnya konsep kami fleksibel,” ujarnya.
Ramses menjelaskan harga produk Papa Cookies juga cukup terjangkau untuk berbagai kalangan, dengan kisaran sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000 per roti tanpa mengurangi kualitas dan nilai gizi.
“Kami bisa menyesuaikan harga sesuai kebutuhan. Kisaran dua ribu lima ratus sampai tiga ribu rupiah per roti sudah cukup terjangkau, tapi kualitas dan gizinya tetap kami jaga,” katanya menegaskan.
Meski demikian, ia optimistis kehadiran cabang baru di Pagutan akan semakin memperkuat brand Papa Cookies di Kota Mataram dan mendorong pertumbuhan usaha ke depan.
“Kami berharap bisa terus memberikan kualitas terbaik kepada masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemenuhan makanan bergizi,” katanya mengakhiri.