Jajanan Tradisional Kian Diminati Selama Bulan Ramadan

  • 25 Feb 2026 12:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Bulan Ramadan membawa berkah bagi para pedagang jajanan tradisional. Di berbagai daerah, aneka kuliner khas nusantara yang biasanya jarang ditemui di hari biasa, kembali hadir dan semakin diminati masyarakat sebagai menu berbuka puasa.

Fenomena ini terlihat dari ramainya pasar takjil dan bazar Ramadan yang dipenuhi pembeli menjelang waktu berbuka. Beragam jajanan tradisional seperti kolak pisang, bubur sumsum, lupis, cenil, klepon, kue lapis, hingga onde-onde menjadi incaran warga. Selain rasanya yang khas, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri.

Salah seorang pedagang takjil mengaku penjualan jajanan tradisional meningkat signifikan dibanding hari biasa. Dalam sehari, ia mampu menjual ratusan porsi kolak dan puluhan kotak kue tradisional.

“Saat Ramadan, pembeli lebih mencari makanan khas untuk nostalgia berbuka seperti dulu,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap jajanan tradisional tidak lepas dari faktor budaya dan kebiasaan turun-temurun. Ramadan sering kali menjadi momen berkumpul bersama keluarga, sehingga makanan tradisional dianggap mampu menghadirkan suasana hangat dan penuh kenangan.

Selain itu, tren kembali ke makanan alami dan minim pengawet turut mendorong popularitas jajanan tradisional. Banyak konsumen kini lebih selektif dalam memilih makanan dan cenderung mencari produk yang dibuat dari bahan-bahan segar seperti santan, gula merah, dan tepung beras.

Peningkatan permintaan ini juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pedagang musiman bermunculan memanfaatkan momentum Ramadan untuk menambah penghasilan. Bahkan, sejumlah pelaku usaha melakukan inovasi kemasan agar jajanan tradisional tampil lebih menarik dan higienis.

Meski demikian, pembeli tetap diimbau untuk memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan yang dibeli. Pastikan jajanan disimpan dengan baik dan diolah secara higienis agar tetap aman dikonsumsi.

Dengan semakin diminatinya jajanan tradisional selama Ramadan, diharapkan kuliner khas nusantara tetap lestari dan terus menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....