Pemprov NTB Dorong Sertifikasi UMKM Tembus Pasar Global

  • 05 Feb 2026 07:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas dan berdaya saing di pasar global. Salah satu langkah yang tengah dipacu adalah pemberian sertifikasi produk bagi pelaku UMKM.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan sertifikasi UMKM ini menjadi bagian dari rencana aksi kerja sama regional antara Provinsi Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah ditandatangani Gubernur NTB.

“Pembinaan UMKM tidak cukup hanya soal pemasaran. Kami mulai dari kemasan produk, kualitas, hingga sertifikasi. Kalau ingin bersaing di pasar global, sertifikasi itu mutlak dibutuhkan,” kata Irnadi, Kamis, 5 Februari 2026.

Menurutnya, sertifikasi diharapkan mampu memperkuat branding produk UMKM NTB sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga internasional. Karena itu, pemerintah daerah mempertimbangkan penganggaran khusus untuk membantu UMKM memperoleh sertifikat produk.

“Kalau menyasar UMKM, tentu harus ada dukungan anggaran. Ini sedang kami kaji agar pemerintah bisa membantu proses sertifikasi produk,” ujarnya.

Namun, Irnadi menyebut belum ada target jumlah UMKM yang akan disertifikasi pada tahun ini. Saat ini, Perindag NTB masih melakukan pendataan dan pemutakhiran basis data UMKM. 

“Setelah data diperbarui dan klasifikasinya jelas, baru kita bisa menentukan target sertifikasi,” katanya.

Selain sertifikasi, Pemprov NTB juga menyiapkan sarana pembinaan dan promosi melalui NTB Mall serta fasilitasi UMKM lainnya. Irnadi menegaskan, fungsi NTB Mall saat ini masih difokuskan pada pembinaan dan pendampingan, bukan semata-mata penjualan.

“NTB Mall masih dalam tahap penyesuaian karena adanya struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru. Jadi kami sedang mengkaji kembali arah dan peran NTB Mall ke depan,” ujarnya.

Ke depan, NTB Mall diharapkan berperan lebih strategis dalam promosi sekaligus peningkatan kualitas produk UMKM. “Bukan hanya menjual, tetapi bagaimana UMKM kita naik kualitasnya, dari produk hingga sumber daya manusianya,” kata Irnadi.

Terkait dukungan anggaran untuk NTB Mall, Irnadi menyebut belum ada angka pasti. Pemerintah masih menunggu hasil kajian terkait konsep dan kebutuhan pengembangannya.

Irnadi pun mengimbau pelaku UMKM, baik yang sudah maupun belum memiliki sertifikasi, untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan global. “Sejalan dengan misi Gubernur NTB, NTB Makmur Mendunia, UMKM harus memiliki produk yang kompetitif dan berdaya saing,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....