Cerita Rahmi, Penjual Es Dawet di Jalan Guru Bangkol

  • 25 Sep 2025 09:05 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Terik matahari di Jalan Guru Bangkol hari itu, Senin 22 September 2025 nampak menyengat. Di sudut jalan itu, terpantau seorang perempuan muda tengah sibuk menyiapkan cendol dawet yang dijualnya.

Rahmi, wanita itu berusia 25 tahun. Seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang umurnya masih di bawah lima tahun (Balita). Ia tinggal di Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Setiap harinya, Rahmi ditemani suaminya untuk berjualan.

Saat ditemui tim liputan RRI Mataram, Rahmi mengaku sudah tiga tahun berjualan es cendol dawet di sana. Harganya relatif murah Rp5000 per porsinya.

Meski beberapa pedagang es cendol lainnya menjual lebih mahal, namun Rahmi mengaku konsisten dengan tarif jualannya. Ia sadar, rezeki hari itu sudah ada yang mengaturnya.

Dalam sehari, Rahmi bisa mendapat omzet penjualan rata rata sebesar Rp300.000. Omzet tersebut dibagi untuk kebutuhan operasional sewa tempat gerobak, modal usaha dan transportasi, serta sebagian untung.

"Alhamdulilah cukup, dicukup cukupi," ujarnya.

Rahmi tertarik berjualan cendol dawet karena bisa dijual kapan saja. Hal ini membantunya mengurus kebutuhan rumah tangga, termasuk dalam mengasuh 2 anaknya.

Kendala yang paling lumrah dihadapi pedagang cendol kata Rahmi adalah cuaca yang tidak menentu. Apalagi ketika terjadi hujan berkepanjangan yang menjadikan jualannya tidak banyak laku.

Kendala lainnya juga dihadapkan dengan masalah harga bahan baku yang tidak menetu dan relatif mahal. Seperti halnya gula merah dan kelapa.

Penulis:

Ni Ketut Citra Oki-Mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram

Anisah Chahyani Putri- Mahasiswa UIN Mataram

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....