Menjawab Nyinyiran dengan Karya Nyata

  • 31 Jul 2025 20:34 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram:Kesuksesan di usia muda bukan tanpa tantangan sosial. Haris Widianto juga menghadapi komentar nyinyir dari lingkungan sekitar. “Dulu ada yang bilang, ‘Oh bos doang dek, belum nikah,’ atau ‘Masih muda kok udah usaha segini besar?’,” ujar Haris mengisahkan dengan senyum tenang.

Salah satu cerita uniknya adalah ketika ia merenovasi trotoar di depan gudangnya agar rapi dan nyaman. Bukannya diapresiasi, beberapa warga malah mengomentari secara sinis. “Ada yang bilang, ‘Sekalian aja jalanan diaspal tuh, biar makin kaya!’,” kata Haris sambil tertawa. Ia menanggapi semua itu dengan sabar dan tetap melanjutkan niat baiknya.

Ironisnya, orang yang dulu menyindir justru kemudian duduk santai di trotoar yang ia bangun. “Waktu saya lihat dia duduk di situ, saya diam-diam fotoin, terus saya buat snap WA. Saya tulis: ‘Yang dulu nyinyir, sekarang menikmati’,” ceritanya sambil terkekeh.

Haris mengakui, komentar seperti itu awalnya membuatnya kesal. Tapi ia sadar bahwa setiap perubahan besar pasti memicu reaksi. “Saya pilih fokus ke kerjaan. Karena yang menilai kita itu bukan kata orang, tapi hasilnya,” tegasnya.

Menurut Haris, yang penting adalah terus memberi manfaat dan menciptakan peluang kerja. “Saya enggak perlu pembuktian ke orang yang nyinyir. Cukup saya buktikan lewat lapangan kerja dan kualitas produk saya,” ujarnya lugas.

Sikap matang Haris menunjukkan bahwa sukses sejati bukan hanya soal pendapatan, tapi juga soal karakter dalam menghadapi ujian sosial. Ia menjawab nyinyiran dengan karya dan pelayanan yang membanggakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....