Dari Pandai Besi ke Gudang Produksi
- 31 Jul 2025 20:31 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kisah Haris Widianto tidak lepas dari latar belakang keluarga yang sederhana namun penuh semangat. Sang ibu, sebelum wafat, adalah penjual jajanan di sekolah dasar. Ayahnya adalah seorang pandai besi tradisional yang bekerja dengan peralatan manual. “Dulu ibu jualan cemilan di SD, bapak buat pisau dari rumah. Itu yang saya lihat sejak kecil,” cerita Haris.
Meskipun kini sukses, Haris tidak melupakan asal-usulnya. Ia bahkan membangunkan ruang kerja khusus untuk ayahnya di samping gudang furnitur. “Bapak enggak mau berhenti kerja. Jadi saya buatin bengkel sendiri, lengkap dengan alat-alatnya. Tapi tetap dia pakai cara lama,” katanya sambil tertawa.
Haris mengakui bahwa doa dan restu orang tua menjadi bagian besar dari kesuksesannya. “Bapak selalu bilang: tetap sedekah, tetap rendah hati. Jangan lupa ini semua karena doa mereka,” tuturnya. Haris belajar arti kerja keras bukan dari seminar, tapi dari keseharian orang tuanya yang tekun dan sabar.
Teknologi memang membuat produksi furnitur kini lebih efisien, namun nilai-nilai keluarga tetap menjadi pegangan Haris. Ia percaya, kemajuan bisnis bukan hanya soal uang, tetapi bagaimana usaha tersebut bisa menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kekeluargaan.
“Yang saya pelajari dari orang tua: kerja itu bukan hanya buat kita sendiri, tapi buat bantu orang lain juga,” ujar Haris. Karena itu, ia mempekerjakan banyak warga sekitar dan memberi sistem kerja yang adil.
Cerita Haris adalah pengingat bahwa akar yang kuat—meskipun tumbuh dari tanah sederhana—bisa menopang pohon besar yang tumbuh menjulang. Keberhasilannya hari ini adalah perpaduan antara inovasi, hormat kepada orang tua, dan ketekunan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....