Bukan Kayu Namun, Aluminium Disulap Jadi Furnitur
- 31 Jul 2025 20:17 WIB
- Mataram
KBRN,Mataram: Dalam dunia furnitur yang didominasi bahan kayu, Haris Widianto tampil beda dengan keberaniannya memilih aluminium sebagai material utama. “Saya awalnya bukan karena cari yang beda. Tapi karena keterbatasan modal, saya pilih aluminium karena lebih murah dan mudah dicari,” ungkap Haris saat diwawancarai RRI.
Bahan yang awalnya hanya solusi darurat ini ternyata menjadi kekuatan unik produk Lombok Furniture. Aluminium dipotong dan dibentuk menjadi meja belajar lengkap dengan rak buku di sampingnya. “Ternyata hasilnya bagus. Tahan lama, kuat, dan tampilannya modern,” jelas Haris.
Inovasi ini memberi Haris keunggulan kompetitif di pasar lokal. Produk aluminium miliknya tidak hanya estetis, tapi juga praktis. “Saya sadar banyak anak muda seperti saya—yang sering pindah-pindah kos atau rumah. Furnitur dari aluminium ringan, jadi gampang dibawa ke mana-mana,” katanya.
Tak hanya itu, aluminium juga lebih tahan terhadap cuaca dan tidak dimakan rayap. Bagi konsumen di wilayah tropis seperti NTB, ini menjadi nilai tambah yang signifikan. “Kalau pakai kayu, perawatannya lebih repot. Aluminium itu praktis,” ujar Haris.
Kini, furnitur berbahan aluminium menjadi ciri khas Lombok Furniture. Haris justru diundang dalam berbagai forum UMKM karena pendekatan inovatifnya. “Saya enggak takut beda. Karena beda itu justru jadi nilai jual,” tuturnya mantap.
Dari keterbatasan modal, Haris justru menciptakan tren baru dalam industri furnitur lokal. Ia membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari kebutuhan, dan keberanian untuk mencoba hal baru adalah kunci untuk bertahan dalam dunia usaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....