Dari Tambora ke Tambang Hu’u, Dompu Menatap Masa Depan Baru
- 24 Jun 2026 09:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, selama ini dikenal luas dalam catatan sejarah dunia melalui letusan dahsyat Gunung Tambora pada 11 April 1815, yang menjadi salah satu peristiwa vulkanik terbesar dalam sejarah manusia.
Namun di balik sejarah itu, daerah berjuluk Nggahi Rawi Pahu kini juga semakin dikenal lewat potensi alam, pertanian, pariwisata, hingga sumber daya mineralnya. Sejak 2010, komoditas jagung menjadi salah satu sektor yang berhasil mengangkat nama Dompu di tingkat nasional.
Produksi jagung yang terus berkembang tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menggerakkan sektor lain seperti jasa, perdagangan, dan transportasi.Selain itu, Dompu juga dikenal memiliki potensi wisata kelas dunia seperti Pantai Lakey yang menjadi destinasi favorit peselancar internasional.
Kini, dalam beberapa tahun terakhir, Dompu kembali menjadi sorotan nasional setelah ditemukannya cadangan mineral besar di wilayah Kecamatan Hu'u, yang dikenal luas sebagai Deposit Onto atau yang lebih akrab disebut masyarakat sebagai Tambang Hu’u.
Kawasan ini saat ini dikelola oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM), dan disebut-sebut sebagai salah satu temuan tembaga dan emas terbesar di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.
Wartawan senior Dompu, Abdul Muis, dalam catatannya yang di muat media siber, dompubicara.com, menilai keberadaan Tambang Hu’u berpotensi menjadi titik balik besar bagi kemajuan daerah, jika dikelola dengan perencanaan matang.
“Pertanyaan pentingnya bukan seberapa besar kandungan mineralnya, tetapi apakah Tambang Hu’u benar-benar bisa menjadi titik balik kemajuan Dompu atau justru hanya menjadi peluang besar yang lewat begitu saja,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Abdul Muis, sejarah telah menempatkan Tambora dalam peta dunia. Kini dua abad kemudian, Dompu kembali mendapat perhatian bukan karena apa yang keluar dari perut gunung, tetapi karena apa yang tersimpan di bawah perut bumi Hu’u.
Ia menilai, jika eksplorasi saat ini berkembang menjadi operasi pertambangan berskala dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Dompu, tetapi juga Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bahkan ekonomi nasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa kekayaan alam tidak selalu identik dengan kesejahteraan. Banyak daerah kaya sumber daya justru tertinggal karena masyarakat lokal hanya menjadi penonton.
“Risiko terbesar adalah ketika tenaga ahli, kontraktor, dan pemasok barang serta jasa semuanya berasal dari luar daerah. Kalau itu terjadi, masyarakat Dompu hanya akan mendapat manfaat yang sangat kecil,” katanya.
Karena itu, Abdul Muis menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sejak sekarang. Pemerintah daerah didorong untuk mulai mempersiapkan generasi muda Dompu melalui pendidikan teknik, geologi, lingkungan, dan teknologi agar mampu mengambil peran strategis ketika industri tambang beroperasi penuh.
Ia juga menegaskan bahwa dampak ekonomi terbesar dari pertambangan bukan hanya pada hasil mineral, tetapi juga efek berganda yang ditimbulkan, mulai dari transportasi, penginapan, katering, perdagangan, konstruksi, hingga penguatan UMKM.
Menurutnya, keberhasilan Tambang Hu’u tidak boleh hanya diukur dari berapa ton emas atau tembaga yang dihasilkan, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat Dompu.
“Sejarah tidak akan bertanya berapa juta ton mineral yang berhasil diangkat. Sejarah akan bertanya apakah kekayaan itu mampu meningkatkan pendidikan, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar optimisme terhadap potensi tambang tidak membuat semua pihak abai terhadap aspek lingkungan. Perlindungan sumber air, pesisir, hutan, dan kehidupan sosial masyarakat harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi.
Bagi Dompu, Tambora akan tetap menjadi kebanggaan sejarah, Lakey tetap menjadi aset wisata dunia, pertanian dan peternakan tetap menjadi fondasi ekonomi rakyat.
Namun Tambang Hu’u dinilai berpotensi menjadi lokomotif baru yang mempercepat langkah Dompu menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....