Stok LPG di NTB Dipastikan Aman, Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panik

  • 13 Apr 2026 06:07 WIB
  •  Mataram

RRO.CO.ID, Mataram — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan BBM jenis LPG di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kondisi aman dan terkendali, meski belakangan muncul keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG di sejumlah wilayah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada stok LPG, baik sebelum maupun setelah muncul isu konflik geopolitik global yang sempat memicu kekhawatiran di masyarakat.

“Kalau kita bicara stok, kondisinya masih sama. Sebelum dan setelah isu konflik geopolitik, ketahanan stok kita tetap aman dan terjaga,” ujar Ahad, saat di hubungi RRI, Jum'at 10 April 2026.

Ia menjelaskan, kelangkaan yang dirasakan sebagian masyarakat lebih disebabkan oleh faktor distribusi di tingkat lapangan serta meningkatnya permintaan, terutama saat momen Ramadan dan Idulfitri yang memang terjadi setiap tahun.

Menurutnya, Pertamina telah mengantisipasi lonjakan потребintaan tersebut dengan menambah pasokan, termasuk penyaluran tambahan ribuan tabung LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah daerah, seperti Lombok Timur.

“Pada momen peningkatan permintaan kemarin, kita sudah lakukan penambahan pasokan. Secara umum, kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi,” katanya.

Namun demikian, Ahad mengakui bahwa persoalan distribusi di tingkat pengecer atau pangkalan masih menjadi tantangan. Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama agar distribusi LPG subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Kalau pasokan sudah kita tambah, tapi di lapangan masih terjadi kelangkaan, perlu ditelusuri apakah ada pembelian dalam jumlah tidak wajar atau penyaluran yang tidak sesuai peruntukan,” kata Ahad.

Pertamina juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan pangkalan yang menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau melakukan pelanggaran lainnya. Sanksi tegas akan diberikan, mulai dari peringatan hingga pemutusan hubungan usaha.

“Kalau terbukti melanggar, sanksinya bertahap, dari peringatan sampai pemutusan hubungan usaha,” tegas Ahad.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan semu di pasar. Menurutnya, kepanikan akibat informasi yang tidak utuh justru berpotensi memperparah kondisi distribusi.

“Jangan sampai masyarakat panik lalu membeli di luar kebutuhan normal. Itu justru membuat barang seolah-olah langka di lapangan,” ujarnya.

Ahad juga meminta dukungan media untuk menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait kondisi stok energi. Dengan kondisi pasokan yang terjaga, Pertamina memastikan kebutuhan LPG masyarakat NTB tetap dapat terpenuhi selama distribusi berjalan normal dan sesuai ketentuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....