Sektor Peternakan dan Perikanan Masih Jadi Magnet Investasi Dompu
- 11 Agt 2026 10:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Investasi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan pertumbuhan signifikan pada semester pertama 2026. Berdasarkan data Online Single Submission (OSS), nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp1,9 triliun atau sekitar 90 persen dari target sebesar Rp2,06 triliun.
Data OSS mencatat seluruh nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Dompu, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dompu, Farid Anshari, mengatakan peningkatan investasi tersebut terjadi cukup tajam pada triwulan kedua.
Pada triwulan pertama 2026, nilai investasi yang tercatat baru mencapai sekitar Rp368 miliar. Capaian tersebut sempat membuat pihaknya pesimis target investasi tahun ini dapat terpenuhi.
Namun, kondisi berubah pada triwulan kedua. Nilai investasi melonjak tajam hingga mencapai sekitar Rp1,9 triliun.
"Tetapi laporan OSS pada triwulan kedua mengalami kenaikan yang cukup tajam hingga menembus angka Rp1,9 triliun," ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.
Dengan capaian tersebut, Farid optimistis realisasi investasi Kabupaten Dompu pada akhir 2026 dapat melampaui target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, peningkatan nilai investasi tersebut turut didorong masuknya sejumlah proyek berskala besar, termasuk proyek strategis nasional (PSN) yang berada di Kabupaten Dompu.
Selain mengandalkan proyek-proyek besar, Pemkab Dompu juga terus melakukan promosi aktif terhadap berbagai potensi investasi daerah. Salah satunya melalui kegiatan Sasambo Investment Challenge yang difasilitasi Bank Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah dapat bertemu langsung dengan calon investor untuk menawarkan berbagai potensi dan peluang investasi yang dimiliki Kabupaten Dompu.
Farid menyebut sektor peternakan dan perikanan menjadi dua potensi investasi terbesar yang dimiliki Kabupaten Dompu. Selain itu, sektor pertanian dan pariwisata juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Namun, sektor pariwisata belum dapat diusulkan dalam kegiatan promosi investasi tersebut karena masih terganjal regulasi.
"Peternakan dan perikanan merupakan potensi besar kita, di samping pertanian dan pariwisata. Hanya saja untuk pariwisata, karena masih terganjal regulasi, belum bisa kita usulkan," katanya.
Meski memiliki potensi investasi yang cukup besar, Farid mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dijaga bersama. Salah satunya adalah stabilitas daerah.
Menurutnya, stabilitas keamanan dan kondisi daerah yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Kepastian regulasi dan kemudahan pelayanan investasi juga perlu terus diperkuat agar investor yang telah menanamkan modalnya tetap bertahan dan calon investor lainnya semakin tertarik masuk ke Kabupaten Dompu.
"Potensi investasi kita cukup tinggi. Tetapi yang harus tetap dijaga adalah stabilitas daerah, sehingga iklim investasi tetap kondusif dan investor merasa aman untuk berinvestasi," ujarnya.
Dengan realisasi sekitar Rp1,9 triliun hingga semester pertama, Pemkab Dompu optimistis target investasi Rp2,06 triliun pada 2026 tidak hanya tercapai, tetapi berpeluang dilampaui hingga akhir tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....