BSI Perluas Pembiayaan Kendaraan Listrik di NTB, Dorong Transisi Energi Hijau
- 20 Jun 2026 12:34 WIB
- Mataram
Poin Utama
- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan pembiayaan kendaraan listrik melalui fasilitas BSI OTO di Nusa Tenggara Barat (NTB).
- BSI menilai kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk mendukung pengurangan emisi sekaligus menghadapi meningkatnya biaya energi dan bahan bakar minyak (BBM).
- Program ini merupakan bentuk dukungan BSI terhadap agenda pemerintah dalam mempercepat penggunaan energi hijau.
RRI.CO.ID, Mataram - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan pembiayaan kendaraan listrik melalui fasilitas BSI OTO di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan dengan skema pembiayaan berbasis prinsip syariah.
Melalui pembiayaan tersebut, masyarakat dapat memiliki kendaraan listrik dengan cicilan tetap hingga masa pelunasan. BSI menilai kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk mendukung pengurangan emisi sekaligus menghadapi meningkatnya biaya energi dan bahan bakar minyak (BBM).

Area Manager PT Bank Syariah Indonesia Area Denpasar Bali Nusra, Tito Indratno, mengatakan program ini merupakan bentuk dukungan BSI terhadap agenda pemerintah dalam mempercepat penggunaan energi hijau.
“BSI mendukung program pemerintah ramah lingkungan. Kami sadar kondisi BBM sekarang naik luar biasa, sehingga kendaraan listrik menjadi salah satu solusi,” ujar Tito di Mataram, Sabtu 20 Juni 2026.
BSI menggandeng MUF Syariah (Mandiri Utama Finance Syariah) melalui layanan BSI OTO sebagai mitra untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pembiayaan kendaraan listrik. Melalui program tersebut, calon nasabah dapat melihat langsung simulasi angsuran serta berbagai pilihan kendaraan yang tersedia.

Tito mengatakan, kegiatan pengenalan pembiayaan kendaraan listrik di NTB menjadi langkah awal untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik di wilayah Lombok.
“Kami punya misi memperluas pengguna mobil listrik atau EV car di wilayah Lombok khususnya. Ini merupakan kegiatan pertama di wilayah kerja Bali Nusra,” katanya.
Selain menyediakan pembiayaan, BSI juga memberikan edukasi mengenai keuntungan kendaraan listrik, mulai dari biaya perawatan yang lebih murah, biaya pengisian daya yang rendah, hingga pajak kendaraan yang lebih ringan dibandingkan kendaraan konvensional.
“Ini waktu yang tepat untuk meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat terkait kendaraan ramah lingkungan, apalagi dengan kenaikan BBM,” ujar Tito.
Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, mengapresiasi dukungan BSI terhadap program energi hijau pemerintah daerah. Ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perbankan sangat penting agar masyarakat lebih mudah beralih menggunakan kendaraan listrik.
“Apa yang disampaikan Pak Gubernur tentang misi energi hijau ternyata didukung oleh BSI. Tentu kami berterima kasih, ini luar biasa,” kata Abul.
Menurut dia, dukungan pembiayaan dari perbankan dapat membantu masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan listrik namun masih menghadapi kendala biaya.
“Kalau tidak ada bantuan perbankan mungkin bisa agak memberatkan masyarakat. Hari ini menunjukkan kolaborasi yang bagus antara pemerintah, industri, dan perbankan,” ujarnya.
Dalam program tersebut, BSI juga memberikan sejumlah penawaran khusus bagi masyarakat, seperti pengurangan biaya administrasi serta hadiah berupa tabungan haji, umrah, dan emas.
Ke depan, BSI berencana menggelar kegiatan serupa secara rutin dan memperluas kerja sama dengan dealer kendaraan listrik untuk menghadirkan harga khusus serta skema pembiayaan yang lebih menarik bagi masyarakat NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....