OJK Kembangkan Ekonomi Daerah melalui Digitalisasi Peternakan Sapi Perah
- 19 Jun 2026 05:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Malang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui sektor unggulan yang memiliki potensi besar bagi kesejahteraan masyarakat. Di Jawa Timur, OJK memilih komoditas sapi perah sebagai fokus Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang dikembangkan bersama berbagai pemangku kepentingan.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan pemilihan sektor sapi perah didasarkan pada besarnya kontribusi Jawa Timur terhadap produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 hingga 30 persen kebutuhan nasional, sementara sisanya masih bergantung pada impor.
“Jawa Timur merupakan penghasil susu terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 57 persen produksi nasional. Daerah seperti Malang dan Pasuruan menjadi sentra utama peternakan sapi perah sehingga dipilih sebagai lokus pengembangan ekonomi daerah,” kata Farid.
Menurutnya, Program PED merupakan inisiatif OJK yang dijalankan bersama Kantor OJK Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan sektor ekonomi unggulan di daerah. Sebelumnya, program serupa telah diterapkan pada berbagai komoditas lain seperti kopi, padi, hingga sektor ekonomi kreatif.
Dalam pengembangannya, OJK menggandeng International Labour Organization (ILO) dan Koperasi Produsen Agro Niaga Syariah (KAN) Jabung untuk menerapkan sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) yang terintegrasi.
Farid menjelaskan, sistem ERP tersebut memungkinkan seluruh aktivitas peternak terdokumentasi secara digital, mulai dari data kesehatan sapi, usia ternak, produktivitas susu harian, riwayat pengobatan, hingga kualitas susu yang dihasilkan.
“Melalui sistem ini, seluruh data peternak dan ternaknya tercatat secara real time. Setiap setoran susu langsung terhubung ke sistem sehingga produktivitas peternak dapat dipantau secara akurat,” ujarnya.
Keunggulan lain dari sistem tersebut adalah integrasi dengan ekosistem usaha KAN Jabung, termasuk jaringan ritel Jab Farm Mart, pabrik pakan ternak, hingga lembaga keuangan yang berada di bawah koperasi.
Melalui mekanisme tersebut, hasil penjualan susu peternak akan tercatat sebagai saldo digital yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, pakan ternak, maupun berbagai layanan lain tanpa harus menerima pembayaran tunai setiap hari.
Selain mendukung efisiensi usaha, digitalisasi ini juga membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi peternak. Sistem ERP telah terhubung dengan teknologi penilaian kredit (credit scoring) yang memungkinkan lembaga keuangan menilai kelayakan pembiayaan berdasarkan data produksi dan kondisi usaha peternak.
“Kalau sebelumnya bank kesulitan melihat kemampuan usaha peternak, sekarang seluruh datanya tersedia. Dari situ akan muncul kapasitas pinjaman yang layak sehingga pembiayaan menjadi lebih aman dan tepat sasaran,” jelas Farid.
Untuk mendukung implementasi program tersebut, OJK mempertemukan peternak dan koperasi dengan sejumlah lembaga keuangan. Pada tahap awal, beberapa bank dan BPR telah menyatakan komitmen penyaluran pembiayaan, antara lain BRI sebesar Rp1 miliar, Bank Jatim Rp450 juta, BPR Jatim Rp350 juta, serta BPRS Al Hijrah Rp1,1 miliar.
Farid mengungkapkan sebagian komitmen pembiayaan tersebut telah mulai terealisasi dan dimanfaatkan oleh peternak anggota koperasi.
Peluncuran program digitalisasi peternakan sapi perah di KAN Jabung sendiri mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Swiss. Momentum peluncuran tersebut turut dihadiri Duta Besar Swiss, perwakilan ILO, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan ekosistem peternakan modern.
Ke depan, OJK berencana memperluas implementasi program serupa ke sentra sapi perah lainnya di Jawa Timur, termasuk Pasuruan dan Tulungagung. Model yang dikembangkan di KAN Jabung juga mulai menarik perhatian daerah lain seperti Boyolali yang dikenal sebagai salah satu pusat peternakan sapi perah nasional.
“Harapannya program ini bisa menjadi model nasional. Tujuan utamanya adalah meningkatkan akses keuangan peternak dan UMKM melalui ekosistem digital yang terintegrasi sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Farid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....