Jamkrindo Dukung Langkah OJK Benahi Industri Penjaminan
- 23 Mei 2026 06:16 WIB
- Mataram
Poin Utama
- PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong penguatan dan pemurnian industri penjaminan nasional.
- Forum Indonesia Guarantee Summit (IGS) 2026 yang mengangkat tema Pemurnian Industri Penjaminan sebagai Fondasi Penguatan Akses Pembiayaan dan Stabilitas Sistem Keuangan
- Industri penjaminan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong penguatan dan pemurnian industri penjaminan nasional. Kebijakan ini dinilai penting untuk mempertegas fokus bisnis penjaminan agar lebih sehat, kredibel, dan berkelanjutan dalam mendukung akses pembiayaan, terutama bagi UMKM dan sektor produktif.
Dukungan itu disampaikan dalam forum Indonesia Guarantee Summit (IGS) 2026 yang mengangkat tema Pemurnian Industri Penjaminan sebagai Fondasi Penguatan Akses Pembiayaan dan Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. Forum tahunan ini mempertemukan regulator, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha untuk membahas arah penguatan industri penjaminan nasional.
Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo, Agustinus Handoko mengatakan pemurnian industri penjaminan perlu dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi bisnis penjaminan agar industri tumbuh lebih sehat dan profesional.
“Pemurnian industri penjaminan merupakan langkah strategis untuk memperkuat fokus bisnis penjaminan sehingga industri dapat tumbuh lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan," kata Handoko dalam keterangannya, Jum'at, 22 Mei 2026.
Menurut dia, industri penjaminan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Hal tersebut berfungsi sebagai mitigator risiko sekaligus penguat akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal.
"Dengan industri yang semakin kuat, kapasitas penjaminan nasional juga akan semakin besar dalam mendukung akses pembiayaan UMKM dan sektor produktif,” imbuhnya.
Handoko mengatakan penguatan industri penjaminan harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan manajemen risiko. Langkah tersebut, kata dia, diperlukan agar industri penjaminan memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pemerintah, industri jasa keuangan, dan perusahaan penjaminan dalam membangun ekosistem pembiayaan nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Selain itu, penguatan industri penjaminan dinilai perlu diikuti dengan pengembangan ekosistem yang lebih terintegrasi, termasuk penguatan kapasitas penjaminan ulang, skema kolaborasi antarpenjamin, serta peningkatan literasi masyarakat terhadap fungsi dan manfaat penjaminan.
Dalam forum tersebut, Jamkrindo juga berpartisipasi aktif melalui kehadiran jajaran direksi, komisaris, serta perwakilan perusahaan. Direktur Manajemen SDM, Umum, dan Manajemen Risiko Jamkrindo yang juga Ketua Asippindo Ivan Soeparno hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara Direktur Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Jamkrindo Krisna Johan turut menjadi pembicara.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Indonesia Guarantee Summit dinilai semakin menegaskan perannya sebagai forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat kolaborasi, dan mendorong lahirnya gagasan penguatan industri penjaminan nasional.
Bagi industri penjaminan, forum ini juga menjadi momentum untuk menegaskan perannya sebagai salah satu pilar dalam memperluas akses pembiayaan UMKM, memperdalam sektor keuangan nasional, serta menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika ekonomi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....