Investor Mulai Tinggalkan Saham, Pengusaha Perempuan di NTB Pilih Bisnis Riil

  • 12 Mei 2026 10:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Ketua Perempuan Indonesia Maju Provinsi NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi, menilai ketidakpastian ekonomi global membuat banyak investor mulai berhati-hati dalam menempatkan dana di pasar modal, khususnya saham. Kondisi tersebut mendorong sebagian pelaku usaha beralih ke sektor bisnis riil yang dinilai lebih aman dan memiliki kepastian usaha.

Menurut Diyah, sebelumnya para investor, termasuk kalangan perempuan pengusaha, cukup aktif berinvestasi di saham dengan mempertimbangkan situasi ekonomi dan prospek perusahaan yang dianggap potensial.

“Dulu kita juga main di saham-saham, kita lihat situasi ekonomi bagus, lalu kita pantau saham-saham yang bagus untuk diambil,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Namun, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kondisi ekonomi global dinilai semakin sulit diprediksi. Fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, harga emas, hingga dampak perang internasional menjadi faktor yang memengaruhi keputusan investasi para pelaku usaha.

Diyah mencontohkan pergerakan harga emas yang sempat melonjak tinggi, namun kemudian mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat. Situasi tersebut membuat investor semakin berhitung sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, ia juga menyoroti banyak perusahaan besar yang mengalami penutupan usaha. Kondisi tersebut dinilai menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas dunia usaha di tengah ketidakpastian global.

“Kondisi sekarang tidak ada kepastian. Sewaktu-waktu bisa berubah karena perang, perizinan, dan berbagai faktor lainnya,” katanya.

Menurut Diyah, saat ini banyak investor mulai memindahkan investasinya ke negara lain yang dianggap lebih kondusif dari sisi regulasi dan iklim usaha. Karena itu, pemerintah bersama berbagai pihak dinilai perlu memikirkan langkah konkret untuk menarik sekaligus mempertahankan investor agar tetap menanamkan modal di Indonesia.

Ia menegaskan, stabilitas regulasi dan kepastian usaha menjadi faktor penting yang sangat dipertimbangkan investor sebelum berinvestasi.

Di tengah situasi global yang belum stabil, lanjutnya, sebagian investor kini lebih memilih menempatkan dana pada sektor usaha riil dibanding instrumen investasi yang dinilai memiliki risiko tinggi.

“Kalau sekarang, banyak yang ingin kepastian. Jadi lebih memilih investasi di bisnis yang real,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....