OJK Dorong Tata Kelola Baik untuk Sektor Keuangan
- 24 Feb 2025 10:33 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penerapan tata kelola yang baik disertai dengan integritas tinggi dalam memperkuat industri jasa keuangan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam sambutannya pada acara Governance Insight Forum (In Fo) yang bertema "Bersama OJK Membangun Sektor Jasa Keuangan yang Berintegritas", yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, pada hari Selasa (18/2/2025).
Sophia menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik di sektor jasa keuangan mengingat peran vitalnya dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Total exposure industri jasa keuangan di Indonesia yang menjadi objek pengawasan OJK cukup besar. Itu sebabnya, tata kelola yang baik dan penegakan integritas di seluruh sektor jasa keuangan sangat diperlukan," ujar Sophia.
Dalam kesempatan tersebut, Sophia juga mengungkapkan bahwa OJK mendukung penuh tercapainya Asta Cita Presiden Republik Indonesia, terutama pada poin ketujuh mengenai upaya pemberantasan korupsi. Ia menyebutkan bahwa melalui perbaikan pengaturan dan pengawasan, OJK berkomitmen untuk memperkuat praktik-praktik tata kelola di sektor jasa keuangan. Sophia lebih lanjut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mencapai tujuan tata kelola yang baik dan berintegritas.
"Tata kelola yang baik di sektor jasa keuangan sangat penting untuk menjaga stabilitas, membangun kepercayaan publik, melindungi kepentingan stakeholders, serta mendorong akuntabilitas dan kepatuhan," ujar Sophia.
Selain itu, Sophia menekankan pentingnya penerapan sistem pengawasan yang proaktif dan manajemen risiko yang lebih baik. OJK pun telah berhasil melakukan sertifikasi ISO 37001 pada tahun 2024 untuk seluruh unit kerjanya, serta mendorong industri jasa keuangan untuk mengimplementasikan sistem manajemen anti-penyuapan di seluruh sektor.
"Sistem manajemen anti-penyuapan ini tidak harus berbasis ISO, tetapi juga dapat mengadopsi panduan yang dapat mengurangi dan mencegah praktik korupsi dari KPK," tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Agus Fatoni, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, serta berbagai pihak terkait, termasuk industri jasa keuangan dan civitas akademika. Dalam kesempatan ini, OJK mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan dalam penguatan tata kelola dan integritas, serta untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya integritas dalam menjaga sektor keuangan yang bebas dari kecurangan.
Ke depan, OJK berencana untuk terus memperkuat penerapan tata kelola dan strategi anti-fraud untuk mendukung sektor jasa keuangan yang lebih sehat, berintegritas, dan berdaya saing global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....