RUPSLB Indosat Setujui Perpanjangan Masa Jabatan Vikram Sinha, Perkuat Agenda AI
- 30 Sep 2026 11:33 WIB
- Mataram
Poin Utama
- RUPSLB PT Indosat pada 29 September 2026 menyetujui perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison.
- Keputusan ini menegaskan keberlanjutan kepemimpinan dalam menjalankan agenda strategis perusahaan jangka panjang.
- Indosat fokus pada pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial dan transformasi digital sebagai prioritas utama di bawah kepemimpinan Vikram Sinha.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Indosat Tbk (ISAT) pada 29 September 2026 menyetujui perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Keputusan tersebut menegaskan keberlanjutan kepemimpinan Indosat dalam menjalankan agenda strategis perusahaan, termasuk pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) dan transformasi digital jangka panjang.
Selain memperpanjang masa jabatan Vikram Sinha, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Komisaris Indosat Seppalga Ahmad mengundurkan diri dari jabatannya dan pengunduran diri tersebut telah diterima serta disetujui dalam RUPSLB.
Indosat menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Seppalga Ahmad selama menjalankan tugas sebagai anggota Dewan Komisaris.
Memasuki fase berikutnya, Indosat akan memperluas implementasi strategi AI North Star. Strategi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur AI dan kapabilitas cloud, sekaligus pembangunan ekosistem AI yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, cloud, platform, hingga solusi berbasis AI.
Indosat menyatakan integrasi berbagai kapabilitas tersebut ditujukan untuk memperluas akses teknologi AI bagi pelaku usaha dan masyarakat di Indonesia serta membangun fondasi penciptaan nilai jangka panjang.
Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan memasuki tahap baru dengan fondasi yang telah dibangun sebelumnya.
“Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar,” ujar Reski.
Menurut dia, Indosat akan memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta mengembangkan kapabilitas perusahaan untuk mendukung masa depan digital yang berkelanjutan dan inklusif.
Untuk mendukung pengembangan AI, Indosat membangun infrastruktur yang ditujukan untuk mengubah kapasitas komputasi menjadi pemanfaatan AI yang menghasilkan nilai bagi dunia usaha dan masyarakat.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Zankore yang memperkuat kapasitas komputasi perusahaan melalui kontrak jangka panjang dengan kapasitas mencapai 200 megawatt (MW).
Di sisi konektivitas, RAIA Grid didukung jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendekatkan kapabilitas AI dengan pelaku usaha, pengembang, peneliti, dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Indosat menempatkan kedua inisiatif tersebut sebagai bagian dari fondasi AI Factory dan pengembangan ekosistem AI perusahaan. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kapasitas AI, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi tersebut untuk menghasilkan nilai nyata.
Pengembangan infrastruktur AI juga dibarengi dengan investasi pada sumber daya manusia. Indosat menargetkan pemberdayaan hingga 2 juta talenta digital pada 2030.
Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan. Fokusnya mencakup penguatan riset AI, pengembangan inovasi, serta peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Indosat juga menyatakan akan terus memperluas akses terhadap peluang digital bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Selain pengembangan kapasitas dan talenta, perusahaan turut mengembangkan infrastruktur digital yang diklaim lebih efisien dari sisi energi. Salah satunya melalui uji coba AI-RAN, yang dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional.
Melalui rangkaian strategi tersebut, Indosat menargetkan pertumbuhan AI tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas teknologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat ekosistem digital dan AI di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....