Perubahan Harga Pangan Pengaruhi IPH Lombok Timur

  • 22 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Lombok Timur pada minggu ketiga September 2026 mengalami perubahan sebesar 0,99 persen. Berdasarkan evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Timur bersama Kementerian Dalam Negeri, angka tersebut menempatkan Lombok Timur pada urutan keempat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Anggota TPID yang juga Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, H. Hadi Faturrahman, menyebutkan sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama pergerakan IPH di daerah tersebut. Komoditas itu di antaranya cabai rawit, daging ayam, daging sapi, hingga beras.

"Pergerakan IPH ini dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama, terutama cabai rawit, daging ayam, daging sapi, dan beras yang mengalami perubahan harga," kata Hadi Faturrahman, Selasa, 22 September 2026.

Selain perubahan harga sejumlah komoditas, Dinas Perdagangan Lombok Timur juga memantau peningkatan permintaan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tingginya kebutuhan bahan pokok untuk memenuhi konsumsi dalam program tersebut turut memengaruhi dinamika pasar lokal dan secara bertahap memberikan tekanan terhadap harga sejumlah komoditas.

Hadi mengatakan pola konsumsi masyarakat juga mulai menyesuaikan dengan kondisi harga di pasaran. Ketika harga salah satu komoditas mengalami kenaikan, masyarakat cenderung memilih bahan pangan alternatif dan memvariasikan menu agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

"Kalau ada komoditas yang harganya naik, masyarakat biasanya akan mencari bahan pengganti atau menyesuaikan menu yang dikonsumsi," ujarnya.

Kondisi kenaikan harga tersebut juga mulai dirasakan oleh pedagang di pasar. Salah satu pedagang, Masni, mengungkapkan kenaikan harga sejumlah bahan pokok turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, kenaikan harga membuat anggaran belanja masyarakat menjadi lebih terbatas. Konsumen, khususnya keluarga dengan banyak anggota, harus menyesuaikan jumlah dan jenis kebutuhan yang dibeli karena kenaikan terjadi pada berbagai komoditas.

"Semua harga naik, kalau kita liat kasian pembeli yang semula beli banyak tapi karena harga naik jadi belinya lebih sedikit," ucapnya

Pemerintah daerah melalui TPID bersama Dinas Perdagangan Lombok Timur terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan pasokan sejumlah komoditas strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap tersedia dan terjangkau.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....