Menembus Ombak Selat Lombok, Tercapai Tujuan, Rakyat Sejahtera

  • 18 Sep 2026 14:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.id- Mataram. Pagi itu cuaca begitu cerah, secerah Mentari menyinari bumi, langit begitu bening hijau tidak ada awan, karena masih diselimuti musim kemarau, musim kering di Lombok dan Sumbawa, warna perbukitan di sekitar Pelabuhan menjadi coklat karena pepohonan mengering dan mudah terbakar. Suasana Lembar dan sekitarnya seperti itu hingga Bangko batas bibir Pantai dengan Nusa Penida Pulau Bali. Tetapi dibalik itu semua ada tepian Pantai yang tenang dan nyaman dihamparan Teluk Lembar.

Menjelang siang, sinar matahari begitu menyengat, tetapi tidak menyurutkan semangat Kawan Kawan ASDP Ferry Indonesia beraktivitas penuh energik, saling bahu membahu, saling melengkapi dan saling menyempurnakan sejak malam hingga malam lagi, sebagai ikhtiar sunguh sungguh melayani tamu dan penumpang yang menyebrang menggunakan armada ASDP Indonesia Ferry menuju Padangbae Bali dari Pelabuhan Lembar Lombok.

”Kalau di sini tidak ada masalah yang krusial, pedagang asongan, sudah mulai bisa ditata” kata Asep Wartawan yang sering mangkal di ASDP Lembar. ” Ini menjadi PR kami juga guna diselesaikan dengan baik,harapan kita semua berjalan baik” jawab GM ASDP Lembar Anis Andinizam, dalam wawancara dengan Wartawan Ketika ditemui di Kantornya Selasa lalu. Beliau baru bertugas masih dalam hitungan hari.

Aktivitas kesibukan yang sama juga terlihat di Penyebrangan Padang Bae Bali, tidak kenal menyerah guna melayani pelanggan yang kerap menggunakan jasa Penyebrangan ASDP Indonesia Ferry, dari Padangbae Bali menuju Lembar Lombok, karena para pekerja ini sangat menyadari peran, fungsi serta kemanfaatan berbagai fasilitas ASDP dalam menjaga dan mengembangkan pengembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk dikawasan Kepulauan Nusa Tenggara.

“Keluhan kami, kondisi parkir di Pantai yang agak lama terutama di Padangbae Bali, bisa sampai satu jam.Kondisi seperti ini membuat kita pusing, mabuk laut” kata Oka Antara pekerja di Mataram warga asal Denpasar Bali ini. Wilayah Ini menjadi salah satu Kawasan yang dilayani ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Lembar. “keluhan Pengguna harus kita perhatikan” ujar Anis Andinizam. Guna melancarkan menjalankan usaha yang bergerak di bidang jasa transportasi laut ini, ASDP menjalankan armada ferry sebanyak lebih dari 160 unit yang menangani lebih dari 300 rute di 36 pelabuhan di seluruh Indonesia.(Data Laporan Web ASDP)

Disamping itu ASDP Indonesia Ferry mengembangkan bisnis lainnya terkait dengan pengembangan kawasan pelabuhan, Kawasan Marina Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Kontribusi ASDP Indonesia Ferry tidak disangsikan lagi, dalam ikut membangun dan menumbuhkan perekonomian Daerah dan Regional. Berdasarkan Skor Tingkat Kesehatan Perusahaan yang di keluarkan Kementerian BUMN, dalam 5 (lima) tahun terakhir ASDP Indonesia Ferry selalu masuk perusahaan kategori A (sehat) termasuk ASDP Plabuhan Lembar. Dengan tren positif peningkatan kinerja, ASDP Indonesia Ferry optimis untuk menjadi perusahaan ferry modern nasional yang siap bersaing dalam skala regional.

Atas dasar kinerja sebagaimana laporan tahunan yang disampaikan secara berkala, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan mau tidak mau harus memperhatikan armada sehingga ASDP Indonesia Ferry dapat maksimal memberikan pelayanan kepada Masyarakat. “Jangan sampai susu sebelanga, rusak oleh satu tetes, tinta hitam” sebuah pepatah yang masih relevan jika dikaitkan dengan peristiwa KMP Putri Yasmin yang terbakar beberapa waktu lalu.” Faktor Utama yang menjadi prioritas Adalah faktor keselamatan dan kemanfaatan” tegas Gubernur pada upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional,17 September 2026 di Mataram.

ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan dan Penyebrangan Lembar di Lombok Barat, menjadi urat nadi ekonomi Nusa Tenggara Barat, mengingat Penyebrangan Lembar menjadi wadah andalan distribusi kebutuhan pokok Masyarakat NTB. Komoditi telur sebagai contoh komoditi kebutuhan sehari hari, yang banyak didatangkan dari Bali, apabila terhambat saja proses distribsui, maka sangat mengganggu penyediaan telur di public, berakibat harga meningkat, mengingat produksi telur dalam Provinsi NTB belum mampu memenuhi kebutuhan telur untuk Masyarakat NTB. Ini satu komoditi, belum lagi komoditi lain dan mitra lain seperti komoditi Bawang Merah dari Kabupaten Bima, memerlukan percepatan pengiriman, demikian juga dengan mitra kerja lainnya Perusahaan Ekspedisi.

Ini baru sebagian kecil dari tugas rutin pihak Manajemen ASDP Indonesia Ferry Penyebrangan dan Pelabuhan Lembar Lombok, harus lancar sesuai dengan SOP standar kerja Pelabuhan dan Penyebrangan serta Visi ASDP “Terdepan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan-pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront”. Jadi keberadaan Penyebrangan dan Pelabuhan Lembar Lombok, Adalah obyek vital yang tidak bisa terganggu keberadaan dan rutinitas aktivitas di Lokasi tersebut. Itulah sebabnya Manajemen berikhtiar sungguh sungguh mewujudkan Visi ASDP Indonesia Ferry “Terdepan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan-pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront”.

“jadi di Lokasi tersebut, harus clear dan clean dari gangguan apapun, sebab apabila menghambat maka rakyat akan bersorak, bersuara.Ini harus dihindari” kata Iskandar Ketua Gapasdap NTB dalam program Dialog RRI Mataram . Penegasan keberadaan Fasilitas Negara ini, juga berlinier dengan misi ASDP Indonesia Ferry yaitu Aktif mendukung dan berperan dalam pengembangan ekonomi melalui layanan logistik dan tujuan wisata pilihan.

Keberadaan fasilitas ASDP Indonesia termasuk di Lembar Lombok dan Sumbawa, semata untuk meningkatkan perekonomian rakyat, “ Tanggungjawab sosial kami, tentu adalah menumbuhkan ekonomi local sebagai fungsi sosial dalam stabilisator Ekonomi, tetapi kami juga memperhatikan sisi komersil sebagai BUMN” ujar GM Indonesia Fery Lembar Lombok,Anis Andinizam dalam perbincangan dengan wartawan, Selasa lalu.

Dalam hal pelayanan dan keselamatan serta manfaat, menjadi prioritas manajemen ASDP Lembar Lombok, guna memberikan hal yang terbaik kepada Masyarakat sebab keberadaan ASDP Pelabuhan Lembar Lombok juga mempunyai kompetitor yang terus memperbaiki pelayanannya.

“Dalam hal pelayanan dalam Kapal sich bagus ya, tetapi menjadi keluhan kami, Adalah ini, kecepatan bongkar muat penumpang, parkir saja dua jam, coba bayangkan kami lama menunggu” kata Oka Antara warga Denpasar yang bekerja di Mataram Lombok, “ Coba diusahakan parkirnya tidak lama lama, kan lebih enak, berarti inikan tergantung jadwal pemberangkatan, ya harus diatur dengan cermat” kata Oka Antara Pemuda yang mengadu Nasib di Lombok, yang ditemui RRI Mataram, saat baru balik dari Denpasar Bali guna melanjutkan pekerjaan di Lombok, hari Rabu (17/09-26).

Ini juga berliner dengan penegasan Gubernur NTB pada upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 17 September di Halaman Bumi Gora Kantor Gubernur. Pada saat itu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan peningkatan kualitas layanan dan keselamatan transportasi, terutama transportasi laut. “menyusul peristiwa transportasi laut yang beruntun terjadi di tanah air, harus diperhatikan, utama dan pertama Adalah factor keselamatan dan keamanan, baru selanjutnya, kemanfaatan” tegas Gubernur NTB yang memberi apresiasi terhadap inovasi ASDP Lembar Lombok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....