PT Pasaka Agri Dompu: Perusahaan Plat Merah Dompu yang Sakit, Modal Bukan Solusi
- 16 Sep 2026 14:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Manajemen PT Pasaka Agri Dompu Perseroda menghadapi beban berat untuk menyehatkan perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang sebelumnya bernama Perusda Kapoda Rawi.
Selain harus membenahi kondisi keuangan perusahaan yang disebut dalam kondisi sakit, manajemen baru juga masih menghadapi persoalan pengelolaan keuangan pada masa Perusda Kapoda Rawi yang kini menjadi bidikan Kejaksaan Negeri Dompu.
Pengelolaan keuangan periode 2007 hingga 2023 diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp3,24 miliar karena terdapat keuangan yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah persoalan tersebut, ruang usaha PT Pasaka Agri Dompu Perseroda juga semakin terbatas. Wisma Praja, yang sebelumnya menjadi salah satu unit usaha Perusda Kapoda Rawi, kini diambil alih Pemerintah Kabupaten Dompu dan diserahkan kepada Bank NTB Syariah sebagai bagian dari penanaman modal kepada Bank Milik Pemprov NTB ini.
Kondisi itu membuat perusahaan praktis hanya mengandalkan SPBU Manggelewa sebagai usaha yang diwarisi dari Perusda Kapoda Rawi.
Direktur Utama PT Pasaka Agri Dompu Perseroda, Anshori, mengatakan pembenahan perusahaan tidak akan dilakukan dengan terus menambah modal. Manajemen memilih menata bisnis secara profesional dengan mengoptimalkan aset yang masih dimiliki.
"Kami tidak selalu menyehatkan perusahaan ini dengan menambah modal. Kami coba menata kembali secara profesional bisnisnya dengan aset yang ada," katanya, Rabu, 16 Septeber 2026.
Menurutnya, persoalan utama yang harus dibenahi adalah struktur beban perusahaan. Dalam dua tahun sebelumnya, pengeluaran perusahaan disebut lebih besar dibandingkan pendapatan sehingga menghasilkan kondisi keuangan negatif.
Karena itu, manajemen baru tengah mengidentifikasi seluruh beban yang selama ini muncul, termasuk memilah pengeluaran yang tidak lagi dibutuhkan.
"Itu kita hilangkan. Kemudian beban yang memang kita butuhkan, kita cari angka yang paling riil," ujarnya.
Setelah beban ditekan, manajemen menargetkan peningkatan pendapatan melalui optimalisasi usaha yang masih berjalan.
Untuk SPBU Manggelewa, kata Anshori, manajemen berupaya memastikan ketersediaan stok BBM sekaligus memperpanjang jam operasional pelayanan.
Sejak manajemen baru mengambil alih pengelolaan, SPBU tersebut kini dioperasikan selama 15 jam setiap hari, mulai pukul 04.30 hingga 21.30 WITA.
"Alhamdulillah sudah berjalan. Kita secara stok juga mengoptimalkan aset lancar yang ada," katanya.
Anshori mengatakan optimalisasi SPBU tersebut menjadi langkah awal untuk menghasilkan pendapatan positif. Manajemen akan mengevaluasi kemampuan usaha, termasuk kecukupan stok dan biaya operasional, agar peningkatan pendapatan tidak justru menambah beban baru bagi perusahaan.
Pembenahan tersebut diharapkan dapat mengubah kondisi perusahaan dari sebelumnya yang mengalami beban lebih besar daripada pendapatan, menjadi perusahaan yang mampu menghasilkan pendapatan positif secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....