Asosiasi Hotel Mataram Bantah Harga Hotel Jadi Biang Sepinya MotoGP
- 10 Agt 2026 18:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Isu mahalnya harga hotel kembali mencuat menjelang MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang. Sekretaris Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Kota Mataram sekaligus General Manager Hotel Grand Madani, Rega Fajar Firdaus, menilai tingginya harga akomodasi tidak bisa menjadi satu-satunya alasan masyarakat enggan datang ke Lombok.
Menurut Rega, keberadaan agen pemesanan kamar dalam sistem pasar bebas justru tetap memberikan keuntungan bagi hotel selama kamar terpesan dan pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan.
“Kalau kamar kita terjual atau dipesan dan mereka bayar komitmen, sebenarnya dari sisi hotel kita diuntungkan,” katanya, Senin 10 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, hotel di wilayah Mataram telah memiliki ketentuan mengenai harga kamar saat periode MotoGP. Berdasarkan kesepakatan yang telah diterapkan sejak gelaran MotoGP sebelumnya, hotel diberikan keleluasaan menjual kamar hingga dua kali harga publish.
"Ketentuan tersebut,telah menjadi bagian dari kesepakatan dengan pemerintah daerah," ujar Rega.
Karena itu, Rega meminta persoalan harga hotel dilihat secara lebih utuh. Menurutnya, ketika permintaan meningkat dan pasokan kamar terbatas, kenaikan harga merupakan konsekuensi dari kondisi pasar.
“Kalau memang tidak sesuai aturan, sesimpel itu tinggal diganti. Tapi kita juga harus melihat supply dan demand-nya,” ucapnya.
Rega juga mengingatkan bahwa kenaikan biaya selama gelaran MotoGP tidak hanya terjadi pada sektor perhotelan. Harga tiket pesawat, transportasi, kendaraan sewa, hingga berbagai kebutuhan wisatawan berpotensi ikut meningkat karena tingginya permintaan.
“Jadi banyak komponen yang akan ikut naik. Jangan sampai sepinya MotoGP kemudian hanya dikaitkan dengan harga hotel,” kata Rega menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....