Bank Dinar Bukukan Aset Rp2,6 Triliun, Siapkan Ekspansi dan Terbitkan Sukuk
- 05 Agt 2026 13:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Direktur Utama Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri atau Bank Dinar, Mustaen, mengungkapkan kinerja keuangan perseroan sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Peningkatan aset, penghimpunan dana, hingga pembiayaan disebut menjadi indikator menguatnya kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah tersebut.
Mustaen menjelaskan, hingga akhir Juni 2026, total aset Bank Dinar mencapai Rp2,6 triliun atau tumbuh 22,95 persen secara year to date (YtD) dan 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).
"Alhamdulillah, semester pertama kami sudah membukukan aset sebesar Rp2,6 triliun dengan pertumbuhan yang sangat baik," ujarnya di Mataram, Rabu 5 Agustus 2026.
Dari sisi penghimpunan dana masyarakat (funding), Bank Dinar mencatat dana pihak ketiga mencapai sekitar Rp1,558 triliun, dengan pertumbuhan 9,5 persen secara YtD dan 35 persen secara tahunan.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan mencapai sekitar Rp2,35 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 23 persen secara YtD dan 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Mustaen, capaian tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan pembiayaan perbankan nasional yang berada di kisaran 7–8 persen.
"Kami tumbuh dari aset-aset produktif, bukan dari sektor nonproduktif. Itu yang membuat pertumbuhan kami cukup kuat," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan capaian aset tersebut, Bank Dinar saat ini menempati peringkat pertama nasional di industri BPRS. Bahkan, jika digabung dengan industri BPR konvensional, Bank Dinar berada di posisi sembilan nasional dan diperkirakan naik ke peringkat delapan.
Mustaen menilai tingginya pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bank Dinar.
"Faktor utamanya tentu kepercayaan. Kami terus membangun pelayanan, kedekatan dengan masyarakat, dan memberikan manfaat. Itu yang paling dirasakan nasabah," ujarnya.

Selain memperkuat layanan digital melalui Dinar Mobile, Bank Dinar juga terus memperluas jaringan pelayanan. Saat ini Bank Dinar memiliki satu kantor pusat, delapan kantor cabang, tiga kantor cabang pembantu, dan empat kantor kas. Dalam waktu dekat, perseroan juga akan membuka kantor cabang pembantu baru di Manggelewa, Kabupaten Dompu.
Melalui aplikasi Dinar Mobile, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti transfer antarbank, pembayaran tagihan PDAM, pembelian token listrik, hingga berbagai transaksi digital lainnya tanpa harus datang ke kantor.
Di tengah pertumbuhan bisnis, Bank Dinar juga menyiapkan langkah ekspansi dengan menerbitkan sukuk sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Saat ini penerbitan sukuk tersebut masih dalam proses pemeringkatan.
"Nanti masyarakat yang memenuhi kriteria bisa membeli sukuk Bank Dinar dengan tenor lima tahun. Estimasi imbal hasilnya paling sedikit sekitar 9,5 persen," jelas Mustaen.
Ia menambahkan, pembiayaan Bank Dinar masih didominasi tiga sektor utama, yakni pembiayaan konsumtif, pembiayaan berbasis emas, serta pembiayaan sektor riil. Di sisi lain, penghimpunan dana juga mulai banyak berasal dari luar Nusa Tenggara Barat sebagai upaya memenuhi kebutuhan pembiayaan daerah yang relatif lebih besar dibandingkan dana yang dihimpun di dalam daerah.
Mustaen optimistis tren pertumbuhan Bank Dinar akan terus berlanjut seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja.
"Selama lebih dari enam tahun kondisi Bank Dinar terus stabil dan membaik, termasuk saat pandemi COVID-19. Rekam jejak itu yang membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat kepada kami," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....