Ini Daftar Harga Pertamax Series Terbaru di Jatimbalinus, Ron 92 juga Turun
- 02 Agt 2026 08:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026. Penyesuaian tersebut merupakan hasil evaluasi berkala yang mengacu pada ketentuan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat tetap terjaga.
"Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Pertamina juga memastikan pasokan BBM tetap aman sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar Ahad, seperti dikutip dari siaran pernya, Sabtu 1 Agustus 2026.
Dalam penyesuaian kali ini, sejumlah produk BBM non-subsidi mengalami penurunan harga. Pertamax Turbo (RON 98) turun dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter. Pertamax Green 95 juga turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, sedangkan Pertamax (RON 92) turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter.
Sementara itu, harga Pertamina Dex tetap Rp21.150 per liter dan Dexlite tetap Rp19.700 per liter.
Berikut daftar harga BBM non-subsidi Pertamina yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur:
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp18.300 per liter.
- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter.
- Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter.
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter.
- Dexlite: Rp19.700 per liter.
Pertamina menegaskan stok BBM di seluruh lembaga penyalur resmi di wilayah Jatimbalinus dalam kondisi aman. Distribusi juga terus dioptimalkan agar pelayanan kepada masyarakat di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur berjalan lancar serta kebutuhan energi tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....