Wamenpar Resmikan Akomodasi Hotel Baru di Mandalika

  • 13 Jul 2026 06:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ernawati, meresmikan akomodasi baru di kawasan The Mandalika, Minggu 12 Juli 2026. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kapasitas kawasan dalam menampung lebih banyak wisatawan sekaligus mendukung pengembangan Mandalika sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya mengandalkan ajang MotoGP.

Dalam kesempatan itu, Ni Luh mengapresiasi langkah ITDC yang terus menambah fasilitas penunjang pariwisata di Mandalika. Menurutnya, penambahan hotel dan akomodasi menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

"Saya pikir yang perlu terus ditingkatkan di Mandalika adalah akomodasi. Mudah-mudahan semakin banyak pilihan hotel dan penginapan sehingga kita bisa menarik lebih banyak wisatawan," ujarnya.

Selain memperkuat akomodasi, Ni Luh menegaskan Mandalika juga harus terus menghadirkan inovasi atraksi wisata agar kunjungan wisatawan tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan MotoGP. Ia menilai infrastruktur kawasan sudah memadai, dengan akses dari Bandara Internasional Lombok ke Mandalika yang hanya sekitar 30 menit.

"PR kita sekarang bagaimana Mandalika tidak hanya mengandalkan MotoGP, tetapi juga menghadirkan inovasi-inovasi atraksi baru sehingga wisatawan punya lebih banyak pilihan," katanya.

Menurut Ni Luh, kehadiran Sade Social Space merupakan salah satu contoh inovasi yang mampu memperluas pilihan aktivitas wisata, khususnya di sektor sport tourism. Konsep seperti itu dinilai dapat menarik wisatawan sepanjang tahun, bukan hanya saat event balap berlangsung.

Ia juga mendorong daerah lain di NTB mengembangkan atraksi sesuai potensi masing-masing. Sumbawa, misalnya, dapat menguatkan wisata budaya, sementara Mataram dan Senggigi terus meningkatkan kualitas pengemasan destinasinya agar kunjungan wisatawan lebih merata.

Lebih lanjut, Ni Luh menekankan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak hanya bergantung pada atraksi dan akomodasi, tetapi juga pada pengelolaan persoalan dasar seperti kebersihan, sampah, air bersih, dan infrastruktur pendukung. Menurutnya, destinasi yang berkualitas akan mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan pengeluaran selama berlibur.

"Yang kita dorong bukan hanya jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas produk wisata sehingga wisatawan memiliki pengalaman yang lebih baik dan spending mereka juga meningkat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....