Wabup Apresiasi Kedai Kopi Inklusif, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pemberdayaan
- 10 Jul 2026 10:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengapresiasi pesatnya perkembangan usaha kedai kopi yang dikelola generasi muda di Lombok Timur. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Grand Opening sebuah kedai kopi di halaman Gedung Birrul Walidain, Pancor, Kamis, 9 Juli 2026.
Wabup menilai pertumbuhan kedai kopi, khususnya di sepanjang kawasan Pancor hingga Selong, menunjukkan semakin kuatnya semangat kewirausahaan anak muda. Menurutnya, maraknya usaha tersebut tidak hanya menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Pertumbuhan kedai kopi di Lombok Timur sangat menggembirakan. Anak-anak muda mampu membaca peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja. Ini harus terus kita dukung," ujar Edwin Hadiwijaya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pengelola kedai yang memberikan ruang bagi kelompok difabel untuk berkarya. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat.
Wabup turut mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI yang berkolaborasi dengan kalangan akademisi, lembaga filantropi, dan pelaku usaha kreatif. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi model yang tepat dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya menggerakkan perekonomian melalui optimalisasi berbagai ruang publik, seperti Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di sejumlah titik. Program tersebut dinilai mampu menjaga geliat UMKM lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Secara makro, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur pada Triwulan I tahun 2026 mencapai 7,83 persen. Namun, pertumbuhan ini harus terus diupayakan agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Edwin mengungkapkan berdasarkan data Maret 2026 masih terdapat sekitar 300 ribu kepala keluarga pada kelompok desil 1 hingga desil 5. Karena itu, kehadiran usaha produktif seperti kedai kopi diharapkan mampu menjadi penggerak pemerataan ekonomi di tingkat masyarakat.
Ia juga memaparkan berbagai langkah pemerintah daerah untuk memperkuat perekonomian, di antaranya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan bermotor. Di sisi lain, Pemkab tetap melanjutkan program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui program "Lotim Berkembang" guna memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha.
Sementara itu, Perwakilan Baznas RI Lalu Abdul Muhyi Abidin menjelaskan kehadiran gerai tersebut merupakan bagian dari Program Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-Kopi) yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Gerai di Lombok Timur menjadi salah satu percontohan yang menyasar klaster strategis, termasuk lingkungan pendidikan.
"Kami tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga membangun ekosistem usaha berbasis syariah serta menumbuhkan budaya berbagi dan bersedekah di tengah masyarakat," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Hamzanwadi Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan predikat Universitas Hamzanwadi sebagai kampus inklusif harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, inklusivitas merupakan nilai penting dalam pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih adil.
"Kami tidak ingin konsep inklusif hanya menjadi slogan. Melalui pengelolaan kedai ini kami ingin membuktikan bahwa saudara-saudara penyandang disabilitas adalah pribadi yang produktif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....