PDAM Tirta Rora Dompu Makin Sehat, Siap Bidik Setoran Dividen ke Daerah

  • 30 Jun 2026 12:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, DOMPU – Kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Rora Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, disebut semakin membaik setelah pergantian manajemen. Perusahaan daerah itu kini dinilai lebih sehat, baik dari sisi administrasi keuangan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Rora Dompu, Didi Wahyudi, mengatakan hasil audit terbaru dari Kantor Akuntan Publik menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibanding kondisi sebelumnya.

“Alhamdulillah, dari hasil audit perusahaan umum Tirta Rora, kita mendapatkan opini WTP. Ini menunjukkan ada peningkatan dari berbagai item penilaian, termasuk administrasi keuangan dan pelayanan,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia menjelaskan, sebelumnya kondisi PDAM berada dalam situasi yang cukup berat, terutama dari sisi penataan administrasi dan pengelolaan keuangan yang dinilai belum tertata dengan baik.

Namun setelah dilakukan pembenahan manajemen, kondisi perusahaan kini berangsur pulih. Berdasarkan hasil audit akuntan publik, total ekuitas perusahaan saat ini tercatat sekitar Rp30 miliar lebih, baik dari aset bergerak maupun aset tidak bergerak.

Didi menegaskan, capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi indikator penting bahwa pengelolaan keuangan perusahaan saat ini berada pada jalur yang sehat. Selain itu, hasil audit juga tidak mencatat adanya kewajiban khusus yang harus segera diperbaiki.

“Karena masuk kategori WTP, tidak ada catatan atau kewajiban-kewajiban yang harus diperbaiki. Tinggal bagaimana ke depan kita terus meningkatkan pelayanan,” katanya.

Dari sisi internal perusahaan, Didi mengungkapkan kondisi keuangan PDAM juga jauh lebih baik dibanding tahun 2024.

Jika sebelumnya perusahaan masih mengalami kesulitan membayar gaji pegawai secara penuh, kini seluruh hak karyawan dapat dibayarkan 100 persen tanpa tunggakan.

Saat ini, jumlah karyawan PDAM Tirta Rora Dompu tercatat sebanyak 49 orang. Selama tahun buku 2025, perusahaan membukukan laba sekitar Rp79 juta setelah dikurangi berbagai pengeluaran operasional dan pembayaran gaji pegawai.

Meski keuntungan yang diperoleh masih relatif kecil, Didi menilai hal itu menjadi tanda positif karena perusahaan sudah mampu menyelesaikan seluruh kewajiban terhadap pegawai tanpa meninggalkan utang.

“Walaupun labanya kecil, yang penting kita sudah bisa menuntaskan kewajiban perusahaan terhadap pegawai. Tahun 2025 tidak ada lagi hutang kepada karyawan,” tegasnya.

Ke depan, manajemen PDAM Tirta Rora Dompu optimistis kondisi perusahaan akan terus membaik, sehingga tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat, tetapi juga dapat menyetor dividen kepada Pemerintah Kabupaten Dompu sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....