Bupati Lotim Tekankan Akurasi Data Sensus Ekonomi 2026

  • 30 Mei 2026 11:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Sensus ekonomi

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pentingnya peran petugas pengambil data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Menurutnya, para petugas sensus merupakan ujung tombak yang akan menentukan arah kebijakan dan pembangunan pemerintah di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung Jumat 29 Mei 2026 di Selong. Ia mengingatkan agar para petugas tidak hanya sekadar mencatat data, tetapi juga bekerja secara teliti dan cermat agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Para pendata ini adalah ujung tombak yang akan membenarkan cara-cara pemerintah ke depan melakukan pembangunan. Karena itu data yang disajikan harus betul-betul benar,” imbuhnya.

Bupati juga menekankan pentingnya pelaksanaan pendataan secara langsung di lapangan tanpa melibatkan pihak ketiga, sehingga kualitas dan akurasi data tetap terjaga. “Pengambilan data dilakukan dengan cermat dan benar, tidak ada cerita-cerita, tapi langsung turun ke lapangan dan diamati juga,” pesannya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian sekaligus verifikasi terhadap data yang dikumpulkan. Ia mengingatkan bahwa data yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun berbagai perencanaan pembangunan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin menegaskan bahwa data hasil SE 2026 akan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia menekankan pentingnya menghasilkan data yang berkualitas, berdampak, dan bermanfaat.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas sensus agar mampu menyelesaikan tugas pendataan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan. Pasalnya, masih terdapat tahapan lanjutan yang harus dikerjakan, termasuk penanganan data anomali yang dievaluasi setiap pekan dan wajib diselesaikan dalam waktu tiga hari.

“Kita berharap bapak-ibu dapat melaksanakan pendataan tuntas sebelum waktu yang telah ditetapkan, karena sekarang ini kita serba cepat,” ujarnya. “Setiap minggu akan ada data anomali dan ini harus diselesaikan dalam tiga hari,” lanjutnya.

Terkait pelatihan, Wahyudin meminta seluruh peserta menyimak setiap materi dengan baik serta aktif berkonsultasi dengan instruktur untuk menyepakati penyelesaian berbagai persoalan yang mungkin muncul di lapangan sesuai karakteristik daerah masing-masing. Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 ini diikuti sebanyak 1.336 peserta yang terbagi dalam 34 kelas dan lima gelombang. Kegiatan yang melibatkan 17 instruktur daerah tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 13 Juni mendatang.

Melalui pelatihan ini diharapkan lahir sumber daya manusia yang berkualitas, teliti, berintegritas, serta memahami SOP, metodologi, dan konsep pendataan, sehingga mampu menghasilkan petugas sensus yang andal untuk mendukung suksesnya SE 2026. Kegiatan pembukaan pelatihan turut dihadiri Kepala BPS Lombok Timur, Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan OPD, serta para instruktur daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....