Pertumbuhan Ekonomi Lotim Naik Signifikan, Ini Faktor Penyebabnya

  • 16 Mei 2026 19:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur mencapai 4,93 persen dan menempatkan daerah tersebut sebagai kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat setelah Mataram.

Kasubag Umum BPS Lombok Timur, Zainul Irfan, menyebutkan tren pertumbuhan ekonomi Lombok Timur mengalami kenaikan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Lombok Timur menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun, meskipun sempat mengalami perlambatan pada 2024,” ujar Zainul Irfan, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Lombok Timur berada di angka 3,12 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 3,18 persen pada 2022 dan kembali naik menjadi 4,31 persen pada 2023.

"Pada 2024 pertumbuhan ekonomi sempat turun menjadi 4,20 persen sebelum kembali meningkat cukup signifikan pada 2025 hingga mencapai 4,93 persen," katanya.

Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 2025 dipengaruhi sejumlah sektor usaha yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan mencapai 9,85 persen.

“Kondisi ini dipengaruhi meningkatnya tingkat hunian hotel serta bertambahnya aktivitas penyediaan makanan, termasuk adanya dapur program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Selain itu, sektor jasa keuangan dan asuransi juga mencatat pertumbuhan sebesar 8,98 persen. Pertumbuhan sektor ini terlihat dari meningkatnya pendapatan pegadaian serta bertambahnya jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan selama tahun 2025.

Sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, juga turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Terdapat pula perdagangan listrik terutama pemakaian listrik dan gas sebesar 6, 35 persen.

Dari sisi inflasi, komoditas cabai masih menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi kenaikan harga di Lombok Timur. Harga cabai yang kerap mengalami lonjakan menjadikannya salah satu komoditas utama dalam survei harga yang dilakukan BPS.

"Selain cabai, sejumlah bahan pokok lainnya juga turut memengaruhi tingkat inflasi daerah, terutama komoditas kebutuhan pangan yang mengalami perubahan harga di pasaran," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....