Pengembangan Olahan Rumput di Pesisir Jerowaru Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

  • 11 Mei 2026 17:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Masyarakat pesisir Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, mulai menunjukkan transformasi ekonomi melalui pengolahan rumput laut menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi. Aktivitas yang sebelumnya hanya berfokus pada budidaya dan penjualan bahan mentah kini berkembang menjadi usaha pengolahan pangan yang mampu membuka sumber pendapatan baru bagi keluarga nelayan.

Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas produksi yang dilakukan kelompok Poklahsar Dende Ringgit. Kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan itu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pesisir melalui inovasi produk olahan rumput laut.

Berbagai produk mulai dipasarkan, mulai dari keripik dengan berbagai varian rasa hingga aneka makanan ringan berbahan dasar rumput laut. Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan di lingkungan lokal, tetapi juga mulai diperkenalkan dalam berbagai kegiatan promosi usaha mikro dan pameran produk daerah.

Ketua Poklahsar Dende Ringgit, Sri Wahyuni, mengatakan pengembangan usaha pengolahan rumput laut menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi keluarga pesisir. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan usaha produktif berbasis sumber daya lokal.

“Perempuan harus memiliki value ekonomi melalui penciptaan usaha baru berupa pengolahan rumput laut menjadi berbagai aneka varian makanan sehingga memberikan pendapatan baru bagi keluarga,” ujarnya. Senin, 11 Mei 2026

Ia menjelaskan, keterlibatan perempuan dalam usaha pengolahan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rumah tangga nelayan. Banyak ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap kini mampu membantu kebutuhan ekonomi keluarga melalui aktivitas produksi dan pemasaran olahan rumput laut.

Kecamatan Jerowaru selama ini dikenal sebagai salah satu sentra budidaya rumput laut di Lombok Timur. Kondisi perairan yang mendukung membuat masyarakat pesisir menggantungkan sebagian besar aktivitas ekonomi pada komoditas tersebut. Namun, fluktuasi harga rumput laut mentah sering menyebabkan pendapatan masyarakat tidak stabil.

Kondisi itu mendorong masyarakat untuk mulai mengembangkan sistem usaha berbasis nilai tambah. Rumput laut yang sebelumnya dijual dalam bentuk kering kini diolah menjadi produk pangan siap konsumsi dengan harga jual lebih tinggi. Strategi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir.

Dosen Universitas Gunung Rinjani, M. Joni Iskandar, S.P., M.Sc., menilai penguatan ekonomi keluarga berbasis gender menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Perbaikan ekonomi keluarga berbasis gender menjadi solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam pengolahan rumput laut memberikan efek ekonomi yang cukup besar bagi rumah tangga nelayan. Pendapatan keluarga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan laut maupun penjualan bahan mentah. Aktivitas pengolahan juga menciptakan peluang kerja baru di tingkat desa.

Selain meningkatkan ekonomi keluarga, usaha pengolahan rumput laut dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dalam menghadapi perubahan musim dan ketidakpastian harga pasar. Produk olahan memiliki daya simpan lebih panjang serta nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.

Aktivitas produksi yang berkembang di Jerowaru juga mulai menarik perhatian generasi muda. Sebagian pemuda terlibat dalam pemasaran digital produk olahan melalui media sosial dan platform perdagangan daring. Langkah tersebut membantu memperluas akses pasar produk rumput laut hingga keluar daerah.

Masyarakat berharap pengembangan industri pengolahan rumput laut mendapatkan dukungan lebih besar, terutama dalam penyediaan alat produksi, pelatihan usaha, dan akses pemasaran. Penguatan kapasitas usaha dianggap penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Keberhasilan Poklahsar Dende Ringgit menjadi gambaran bahwa potensi sumber daya laut dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Pengolahan rumput laut kini tidak lagi sekadar usaha sampingan, tetapi mulai tumbuh sebagai sektor ekonomi baru yang menopang kesejahteraan masyarakat pesisir di Jerowaru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....