Tekanan Global Meningkat, Kinerja Adira Finance Tetap Tumbuh di Kuartal I-2026
- 30 Apr 2026 18:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Tekanan terhadap perekonomian global pada awal tahun 2026 kian meningkat seiring eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia serta mengganggu rantai pasok perdagangan internasional. Kondisi tersebut mendorong International Monetary Fund merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3,1 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,3 persen.
Perkembangan ini dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik, terutama melalui peningkatan inflasi akibat imported inflation serta pelemahan nilai tukar rupiah. Dampak lanjutan dari kondisi tersebut dapat mempengaruhi stabilitas sektor keuangan dan daya beli masyarakat.
Meski demikian, perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026 diproyeksikan tetap tumbuh sekitar 5,5 persen, ditopang oleh permintaan domestik yang relatif kuat. Stabilitas ini menjadi penopang utama di tengah dinamika global yang masih bergejolak.
Di sektor riil, kinerja industri otomotif nasional menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Penjualan sepeda motor baru secara ritel tercatat tumbuh 8 persen menjadi 1,7 juta unit. Sementara itu, penjualan mobil baru ritel hanya meningkat tipis sebesar 1 persen menjadi 212 ribu unit, seiring melemahnya permintaan pada segmen mobil penumpang.
Di tengah moderasi industri otomotif, Adira Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru yang signifikan. Sepanjang kuartal I-2026, pembiayaan baru perusahaan meningkat 52 persen secara tahunan (year on year) menjadi Rp11,9 triliun. Pertumbuhan terjadi di seluruh segmen, baik otomotif maupun non-otomotif.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila dalam siaran persnya, Kamis 30 April 2026, menyatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam menangkap peluang pasar secara selektif, dengan tetap mengedepankan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan meningkat 18 persen (yoy) menjadi Rp64,7 triliun. Jaringan operasional juga terus diperluas dengan total 879 jaringan usaha di seluruh Indonesia. Hal ini diikuti dengan peningkatan jumlah pelanggan aktif dari 2,0 juta nasabah pada kuartal I-2025 menjadi 2,6 juta nasabah pada periode yang sama tahun ini.
Dari sisi kinerja keuangan, Adira Finance mencatatkan total pendapatan sebesar Rp3,2 triliun atau tumbuh 7 persen (yoy). Sementara itu, beban penyisihan penurunan nilai menurun 7 persen (yoy) menjadi sekitar Rp635 miliar, mencerminkan pengelolaan risiko yang disiplin dan kualitas portofolio yang tetap terjaga.
Secara keseluruhan, laba bersih perusahaan tumbuh 26 persen (yoy) menjadi Rp484 miliar, meskipun beban usaha masih mengalami peningkatan namun dengan laju yang lebih terkendali.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menegaskan bahwa kinerja tersebut menunjukkan keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penerapan prinsip kehati-hatian, sehingga mampu menjaga profitabilitas sekaligus kualitas aset.
Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) gross konsolidasian yang membaik menjadi 1,9 persen pada Maret 2026, dibandingkan 2,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ke depan, perusahaan akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan kualitas portofolio, peningkatan hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis, optimalisasi produktivitas di seluruh lini usaha, serta disiplin biaya guna memperkuat daya tahan bisnis di tengah ketidakpastian global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....