Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26

  • 30 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Jakarta — Di tengah meningkatnya tekanan global pada awal tahun 2026, Adira Finance berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Perusahaan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 26% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp484 miliar pada kuartal I-2026.

Memasuki tahun 2026, perekonomian global menghadapi tantangan yang meningkat, dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak serta gangguan rantai pasok perdagangan. Kondisi ini mendorong International Monetary Fund (IMF) untuk merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1%, turun dari estimasi sebelumnya sebesar 3,3%.

Dampak dari tekanan global tersebut turut dirasakan oleh perekonomian domestik, terutama melalui potensi peningkatan inflasi akibat imported inflation serta tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Meski demikian, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tetap menunjukkan ketahanan dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 5,5%, didorong oleh kuatnya permintaan domestik.

Di tengah dinamika tersebut, industri otomotif nasional masih mencatatkan pertumbuhan yang relatif moderat. Penjualan sepeda motor baru secara ritel meningkat 8% menjadi 1,7 juta unit, sementara penjualan mobil baru hanya tumbuh tipis sebesar 1% menjadi 212 ribu unit, dipengaruhi melemahnya permintaan pada segmen mobil penumpang.

Menghadapi kondisi industri yang moderat, Adira Finance justru mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru yang kuat. Sepanjang kuartal I-2026, pembiayaan baru meningkat 52% (yoy) menjadi Rp11,9 triliun. Pertumbuhan ini terjadi di seluruh segmen, baik otomotif maupun non-otomotif.

Direktur Utama, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan strategi perusahaan yang efektif dalam menangkap peluang pasar secara selektif, dengan tetap mengedepankan pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, total piutang pembiayaan juga meningkat 18% (yoy) menjadi Rp64,7 triliun. Adira Finance kini didukung oleh 879 jaringan usaha di seluruh Indonesia, serta peningkatan jumlah pelanggan aktif dari 2,0 juta menjadi 2,6 juta nasabah.

Dari sisi kinerja keuangan, total pendapatan perusahaan naik 7% (yoy) menjadi Rp3,2 triliun. Sementara itu, beban penyisihan penurunan nilai turun 7% (yoy) menjadi sekitar Rp635 miliar, mencerminkan kualitas portofolio yang tetap terjaga dan pengelolaan risiko yang disiplin.

Walaupun beban usaha meningkat, kenaikannya masih dalam batas terkendali. Hal ini turut mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Direktur Keuangan, Sylvanus Gani Mendrofa, menegaskan bahwa kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penerapan prinsip kehati-hatian. Kualitas aset yang terjaga tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang menurun menjadi 1,9% pada Maret 2026, dibandingkan 2,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ke depan, Adira Finance berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan kualitas portofolio, peningkatan hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis, serta efisiensi operasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan perusahaan sekaligus menjaga profitabilitas di tengah ketidakpastian global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....