Jadi Konsumen Cerdas, Hindari Panik Buying

  • 17 Apr 2026 07:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Berbelanja sesuai kebutuhan adalah upaya menjadi konsumen cerdas. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan masyarakat adalah menghindari praktik panik buying atau pembelian berlebihan karena kekhawatiran harga akan naik.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, menyebutkan perilaku tersebut justru dapat memicu ketidakstabilan harga di pasar.

“Ketika ada isu kenaikan harga, masyarakat sering berbondong-bondong membeli dalam jumlah banyak. Ini yang harus dihindari karena dapat berdampak pada kenaikan harga barang pokok,” ujarnya, Jumat 17 April 2026 ketika dikonfirmasi melalui telepon serangkaian Hari Konsumen Nasional 2026.

Ia menegaskan, masyarakat sebaiknya memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan dalam berbelanja. Dengan begitu, konsumsi menjadi lebih efisien dan tidak memicu lonjakan permintaan yang tidak wajar.

“Kalau belanja sesuai kebutuhan, itu lebih efisien dan membantu menjaga stabilitas harga. Berbeda dengan keinginan, yang sifatnya tidak terbatas,” katanya.

Sri Wahyunida mencontohkan fenomena yang kerap terjadi menjelang hari besar seperti Idul Adha, di mana masyarakat membeli bahan pokok seperti telur dalam jumlah besar untuk mengantisipasi kenaikan harga. Padahal, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan stok di pasaran.

“Pemerintah tetap melakukan pengawasan terhadap stok dan distribusi barang. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” jelasnya.

Selain itu, Disdag Kota Mataram juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam berbelanja secara online agar tidak menjadi korban penipuan atau mendapatkan barang yang tidak sesuai.

Di sisi perlindungan konsumen, Disdag melalui bidang kemetrologian turut melakukan pengawasan terhadap takaran dan kualitas barang yang beredar di pasaran. Masyarakat pun diminta aktif melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian.

“Jika ada keraguan terkait takaran, misalnya minyak goreng atau beras yang tidak sesuai ukuran, masyarakat bisa melapor ke kami. Kami akan tindak lanjuti bersama tim metrologi,” ucapnya.

Sri Wahyunida kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas pasar dengan menjadi konsumen yang bijak.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, sesuai kebutuhan, dan tidak berlebihan demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang,” ungkapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....