Bahas Kelangkaan LPG Bersubsidi, Pemkab Lombok Timur Usul Penambahan Distribu

  • 13 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan elpiji menggelar rapat koordinasi guna membahas sulitnya masyarakat memperoleh gas elpiji 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan warga. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengakui kelangkaan tersebut terjadi sejak akhir Ramadan hingga saat ini.

Menurutnya, kondisi itu dipicu oleh isu yang tidak benar sehingga memicu kepanikan masyarakat dan menyebabkan pembelian berlebihan atau panic buying.

“Memang terjadi kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg, salah satunya karena panic buying akibat isu yang tidak benar,” katanya, Senin, 13 April 2026.

Selain itu, Tim Satgas Elpiji yang telah dibentuk juga menemukan adanya penyalahgunaan distribusi. Gas subsidi tersebut digunakan oleh pihak yang tidak berhak, seperti pelaku usaha.

“Masih banyak yang tidak boleh pakai ternyata pakai elpiji 3 kg ini, termasuk pengusaha ayam,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa pada tabung gas telah jelas tertulis peruntukannya bagi masyarakat miskin. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan penyimpangan di lapangan.

Ia juga menyinggung pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang meningkat, bahkan disebut sebagai yang tertinggi kedua di NTB pada 2025. Hal ini berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat, termasuk penggunaan elpiji.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bupati meminta Pertamina melakukan super ekstra dropping atau penambahan distribusi elpiji 3 kg. “Kami berharap ada penambahan distribusi untuk menekan panic buying, tentu dengan pengawasan ketat dari satgas,” ucapnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah juga berencana mengusulkan penggunaan data desil dalam pendistribusian elpiji subsidi agar lebih tepat sasaran. Bupati juga mengingatkan para agen agar tetap menyalurkan gas sesuai jatah dan tidak mengurangi distribusi ke pangkalan.

“Ini salah satu upaya untuk menyelesaikan distribusi yang tidak tepat,” tegasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, mengatakan pihaknya akan melaporkan permintaan tersebut ke pusat. “Untuk distribusi di Lombok Timur saat ini sudah mencapai sekitar 40.556 tabung per hari, baik reguler maupun fakultatif. Artinya sudah ada penambahan sekitar 5.000 hingga 6.000 tabung per hari,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang agen elpiji, Reza, mengungkapkan bahwa pihak pangkalan telah dihimbau untuk membatasi pembelian masyarakat. “Pangkalan sudah diminta untuk menghimbau masyarakat agar membeli satu tabung saja. Namun saat ini tren masyarakat membeli sekaligus tabung dan isinya,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun penyaluran tambahan telah dilakukan melebihi alokasi normal, pihak agen tetap mengingatkan agar penjualan dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Di sisi lain, ditemukan pula bahwa dari sekitar 1.000 kandang ayam di Lombok Timur, beberapa di antaranya menggunakan elpiji 3 kg, selain itu, mitra dari dapur program MBG juga dilaporkan turut memakai gas bersubsidi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....